• Bisnis

Lebih Untung Gunakan Gas Bumi, PGN Target Tahun 2024 Tambah Pelanggan

Wahyoe Boediwardhana | Kamis, 30/11/2023 11:17 WIB
Lebih Untung Gunakan Gas Bumi, PGN Target Tahun 2024 Tambah Pelanggan Beberapa petugas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) tengah memeriksa keandaan jaringan gas rumah tangga di salah satu rumah susun di Kota Surabaya. PT PGN menargetkan penambahan pelanggan di tahun depan, seiring harga jual gas bumyang lebih kompetitif dibandingkan bahan bakar lain.(Foto. Wahyoe Boediwardhana)

SITUSJATIM – Manajemen PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina, optimis mampu menambah portofolio pelanggan gas baru di tahun depan lantaran salah satu alasannya harga jual yang lebih kompetitif dibanding rerata harga jual bahan bakar lain. Pernyataan ini muncul saat digelar Public Expose Festival 2023 yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/11/2023) kemarin.

Dalam paparan pencapaian dan perkembangan kinerja menjelang akhir tahun 2023, Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko mengungkapkan kepada para investor, media dan publik secara hybrid, bahwa rerata harga gas yang dijual PGN memang sangat kompetitif bila dibandingkan bahan bakar lain seperti high speed diesel (HSD) yang harganya setara USD 41,18/million metric british thermal unit (MMBTU), atau liqiuefied petroleum gas (LPG) – 12 kg yang harganya setara USD 26,20/MMBTU, atau marine fuel oil (MFO) yang harganya setara USD 33,74/MMBTU.

"PGN menjalankan customer acquisition guna mencapai penambahan pengelolaan volume gas bumi melalui penambahan pelanggan baru, penyediaan infrastruktur gas beyond pipeline (LNG & CNG retail), serta perluasan jargas rumah tangga untuk mendukung kebijakan pengurangan subsidi,” papar Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko dalam paparannya.

Dijelaskan Arief Setiawan, saat ini jumlah pelanggan PGN mencapai lebih dari 839 ribu dengan volume terbesarnya dari pembangkit listrik, industri kimia, keramik, makanan dan pupuk. Dari sisi pencapaian operasional, pengaliran gas bumi di bisnis transmisi sebesar 1.444 million metric standart cubic feet per day (MMSCFD) atau berhasil tumbuh sebesar 8 persen. Ini dipicu mengalirnya gas di pipa transmisi Gresik-Semarang. Sementara volume niaga gas bumi juga tumbuh 5 persen atau menjadi 935 billion british thermal unit per day (BBTUD).

Dalam paparan dijelaskan pula, portofolio beberapa anak perusahaan PGN yang mencapai pertumbuhan kinerja membaik, diantaranya transportasi minyak sebesar yang bertumbuh 400 persen, atau mencapai 42,9 million barrels of oil equivalent (MMBOE). Pertumbuhan signifikan ini lebih disebabkan karena terdapat penyaluran minyak melalui pipa Rokan.

“Kemudian pada regasifikasi LNG, juga terdapat kenaikan 21 persen, menjadi 158 BBTUD karena adanya kenaikan permintaan di LNG Hub Arun,” ujar Arief Setiawan Handoko.

Sementara itu Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PGN Fajar Harianto Widodo menyampaikan, atas kinerja operasional tersebut maka pendapatan konsolidasi yang dibukukan PGN tahun ini meningkat sebesar 2 persen atau naik sebesar USD2,69 miliar.

“Kontribusi terbesar diperoleh dari bisnis niaga dan transmisi gas bumi sebesar78 persen dan selebihnya merupakan usaha hulu dan lainnya,” terang Fajar.

Posisi kas setara kas juga dikatakan masih terlihat solid untuk kebutuhan investasi dan modal kerja perusahaan, dimana nilai yang dibukukan sebesar USD 1,04 miliar. Tergerusnya kas setara kas ini karena upaya perusahaan memperbaiki struktur hutang melalui aksi pembelian kembali obligasi.

“Posisi kas kami masih baik pasca buyback tahun ini dan didorong dari operating cashflow yang terjaga. Selain itu melihat dari interest coverage ratio (sebesar 10,3x) serta rasio hutang terhadap modal (sebesar 0,5x) maka PGN masih dalam kondisi likuiditas yang sehat. Bilamana ke depan dibutuhkan pembiayaan eksternal maka kesempatan itu masih terbuka untuk kami," ujar Fadjar Harianto Widodo.

Untuk belanja modal menurut Fadjar, saat ini sudah terealisir sebesar USD132 juta, dengan komposisi 57 persen untuk usaha hilir beserta lainnya, lalu selebihnya untuk kebutuhan usaha dibidang hulu. Beberapa proyek yang menyerap pemakaian modal tersebut diantaranya adalah gasifikasi kilang minyak Pertamina melalui Pipa Gas Senipah – Balikpapan, serta pembangunan jaringan gas kota (jargas), dan revitalisasi terminal LNG Arun.

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US