• Jawa Timur

Tinjau Terminal BBM, Pj Gubernur Jatim: Stok Lebaran Dipastikan Aman

Hermawan Priyono | Jum'at, 15/03/2024 12:47 WIB
Tinjau Terminal BBM, Pj Gubernur Jatim: Stok Lebaran Dipastikan Aman Usai meninjau Terminal BBM milik Pertamina di Perak, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono menyampaikan keterangan dan memastikan pasokan BBM dan LPG selama Ramadhan dan Idul Fitri aman (Foto: Istimewa)

SITUSJATIM - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono meninjau langsung Integrated Terminal BBM Surabaya - PT Pertamina Patra Niaga Integrated wilayah Perak, Surabaya pada Kamis (14/3) sore.

Pj. Gubernur Adhy memastikan bahwa stok ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG di Jawa Timur cukup untuk kebutuhan selama Bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1445 H mendatang.

"Tadi sudah dipaparkan lagi kondisi riil bahwa ketersediaan BBM dan LPG yang dibutuhkan masyarakat khususnya Jawa Timur bisa dikatakan sangat mencukupi untuk kebutuhan di Bulan Ramadan dan Idul Fitri," ujar Adhy.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Integrated Terminal BBM Surabaya per Kamis (14/3), stok LPG sektor rumah tangga Jatim dipastikan aman. Dimana penyetokan ulang dilakukan sebanyak 5.143 MT per hari, dan sekali penyetokan maka aman hingga 10 hari ke depan.

Sama halnya dengan kerosene atau minyak tanah penyetokan ulang dilakukan sebanyak 225 KL per hari, dimana sekali penyetokan aman hingga 19 hari ke depan.

Kemudian, untuk kebutuhan BBM transportasi, ketersedian Pertalite pun dilaporkan aman hingga 13 hari, selanjutnya Pertamax hingga 31 hari dan Turbo selama 47 hari ke depan. Bahkan, untuk keperluan aviasi atau penerbangan juga terpantau aman hingga 26 hari mendatang.

Kendati stok bahan bakar tersebut aman, Pj. Gubernur Adhy meminta pihak terkait dalam hal ini Pertamina untuk menyiapkan langkah antisipasi. Mengingat sering terjadi fenomena bahwa kebutuhan masyarakat mengalami kenaikan pada saat puncak arus mudik H-7 hingga H+7 lebaran.

"Kita juga melihat bahwa kebutuhannya akan meningkat masing-masing misalnya LPG 7,7 persen dan Pertalite 14,1 persen. Itu kenaikannya cukup signifikan," katanya.

Tidak hanya menjaga keamanan stok di terminal penyimpanan, Pj. Gubernur Adhy mengingatkan bahwa keamanan dalam pendistribusian juga menjadi prioritas. Tercatat, Pertamina telah menyediakan layanan BBM & LPG melalui 994 SPBU REGULER, 850 Pertashop, 37 SPBU Nelayan, 922 Agen PSO dan 80 Agen NPSO.

Kesiapan pendistribusian juga disebut Adhy sebagai antisipasi atas hambatan yang bisa saja terjadi di lapangan. Seperti kemacetan antrean di jalan tol saat puncak arus mudik, bencana alam, hingga kemacetan di sekitar kawasan wisata.

"Kami sudah sepakat bersama dengan Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya untuk bisa melakukan pengamanan, misal prioritas armada tanki ataupun memberi pengawalan jika memang sangat sulit," tuturnya.

Kendala lain, sambung Pj. Gubernur Adhy, adalah di kawasan destinasi wisata yang rawan macet. Hal itu juga akan menimbulkan dampak pada ketersediaan BBM. Sehingga perlu ada layanan tambahan berupa stasiun moduler di titik-titik yang dibutuhkan karena macet.

Oleh karena itu, Pj. Gubernur Adhy optimis bahwa penanganan yang terkait dengan kenyamanan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri, utamanya BBM dan LPG tidak akan ada masalah.

"Kita juga melihat penjaminan ketersediaan dari sisi keterhubungan antara Integrated Terminal di Surabaya dengan yang ada di Tuban. Kami meyakinkan bagi seluruh masyarakat semua jangan khawatir. Stok bbm ada dan bagaimana operasi mobilisasinya pun sudah dipikirkan. Bahkan, kita juga pastikan kesiapan untuk pendistribusian ke wilayah kepulauan aman," tegasnya.

Sementara itu, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Akhmad Yusep Gunawan menyampaikan bahwa inspeksi di Terminal BBM Perak Surabaya ini adalah bagian dari kesiapan pemerintah terhadap masyarakat kaitannya kebutuhan BBM.

"Kita pastikan juga bahwa di sistem Pertamina saat ini tidak ada lagi berita hoax terkait penimbunan karena sistemnya sudah digitalisasi dan centralisasi untuk melihat keberadaan BBM dan LPG yang ada," tegasnya.

"Untuk itu kami berharap agar masyarakat bisa lebih bijak ketika memperoleh informasi dan melaporkannya ke pihak berwajib apabila menerima berita hoax, agar bisa segera teratasi," pungkasnya.

Di tempat sama Executive GM Patra Niaga Jatimbalinus Dwi Puja Ariestya mengucapkan terimakasih atas kunjungan ini sebagai bentuk dukungan forkopimda Jatim terhadap distribusi BBM dan LPG. “Kami menjamin kondisi stok BBM dan LPG dalam keadaan aman,” tutur pria yang akrab disapa Ari ini.

Stok BBM dan LPG Jatim 14 Maret: 

LPG 50.143 Metrik Ton / 10 kali lipat konsumsi normal.

BBM Gasoline (bensin) mencapai 134.257 kl / 6 kali lipat konsumsi normal harian.

⁠Gasoil (diesel) 79.192 kl / 7 kali lipat konsumsi normal harian.

⁠Avtur 77.176 kl / 26 kali lipat konsumsi normal harian.

Pertamina Jatimbalinus menyiagakan 19 Storage BBM dan LPG, 741 Armada Mobil Tangki, & 2.150 Awak Mobil Tangki, 3 SPPEK LPG, 1.449 SPBU Reguler/BBM 1 Harga/Mini/Kompak, 53 SPBU Nelayan, 47 SPPBE, 1.014 Agen LPG, 131 Agen LPG NPSO, 12 DPPU. 

Ari melanjutkan proyeksi kenaikan konsumsi selama RAFI antara lain Gasoline (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green) meningkat 14.2% terhadap konsumsi normal harian sebelum ramadan 12.863 kl/day. Sedangkan untuk total Gasoil (Biosolar, Dexlite, Pertamina Dex) diprediksi akan turun sebesar 11% terhadap konsumsi normal harian 6.100 kl/day. “Untuk LPG kenaikan 7,7% dari konsumsi normal harian sebesar 4.700 metrik ton/day,” sambungnya. 

Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menyiapkan layanan Extra untuk BBM dan LPG selama Satgas Ramadhan - Idul Fitri yang akan ditempatkan di Jalur Tol Trans Jawa dengan rincian 13 SPBU Reguler, 12 kios modular, 4 titik layanan kesehatan dan 3 Mobile Storage dan untuk Non Tol ada 80 Motorist Pertamina Delivery Service dan 4 Mobile Storage.” pungkas Ari.

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US