Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memantau secara langsung pendistribusian bantuan jutaan liter air bersih kepada ribuan warga di Kabupaten Pasuruan, yang wilayahnya mengalami bencana kekeringan parah. (Foto.Istimewa)
SITUSJATIM - Kabupaten Pasuruan ditetapkan dalam kondisi masa Tanggap Darurat Kekeringan selama 39 hari ke depan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Sabtu (2/9/2023) malam terus memantau secara langsung, penyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Desa Pasrepan, Kec. Pasrepan, Kab. Pasuruan.
Khofifah ingin memastikan bahwa proses distribusi bantuan air bersih pada warga terdampak berjalan dengan baik. Khofifah menegaskan, bantuan ini merupakan wujud respon cepat Pemprov Jatim dalam penanganan bencana kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Jawa Timur.
"Alhamdulillah hari ini kita menyalurkan bantuan air bersih pada warga masyarakat di Desa Pasrepan. Harapannya, bantuan air bersih ini bisa didistribusikan merata sehingga dapat meringankan beban masyarakat yang sedang dilanda kekeringan," terangnya.
Berdasarkan data BPBD Jatim khusus untuk wilayah Kab. Pasuruan kekeringan terjadi di 21 desa dan tersebar di 6 kecamatan yaitu Kec. Lumbang, Kec. Winongan, Kec. Pasrepan, Kec. Lekok, Kec. Gempol dan Kec. Kejayan. Dengan total warga terdampak kekeringan sebanyak 33.774 jiwa atau setara 11.053 KK.
Sedangkan, untuk Kec. Pasrepan sendiri kekeringan terjadi di 6 desa yakni Desa Sibon, Desa Petung, Desa Pasrepan, Desa Ngantungan, Desa Mangguan dan Desa Klakah.
Tak hanya di kecamatan Pasrepan, saat ini kekeringan cukup parah memang terjadi di sejumlah daerah di Kab. Pasuruan. Bahkan pemkab setempat telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan sejak tanggal 26 Juli 2023 lalu dengan dua kali masa perpanjangan. Dengan rincian masa tanggap darurat yaitu, tanggal 26 Juli - 8 Agustus 2023, tanggal 9 - 8 Agustus 2023, dan tanggal 23 Agustus - 5 September 2023.
Selama kurun waktu masa Tanggap Darurat Kekeringan (39 hari), setiap harinya dilakukan penyaluran air bersih sebanyak 41 rit untuk 21 desa. Dengan per satu rit -nya, membawa air sebanyak 5.000 liter. Dimana, untuk Jumlah ritase secara keseluruhan, selama masa tanggap darurat mencapai 1.599 rit dengan jumlah air yang disalurkan sekitar 7,9 juta liter.
"Kami telah bekerja sama dengan Pemkab Pasuruan, untuk mengupayakan penyaluran air bersih pada masyarakat terdampak kekeringan. Hingga sejauh ini telah tersalur 7,9 juta liter air bersih untuk 21 desa terdampak," tegasnya.
"Karena bagaimanapun air bersih merupakan kebutuhan dasar sehingga harus dipenuhi kebutuhannya," pungkas Khofifah. (Hermawan Priyono)