Berdiri pada 2012, PT Merdeka Copper Gold,Tbk (IDX:MDKA) menjadi perusahaan publik pada 2015 dengan kode saham MDKA dan memulai rekam jejak bisnis melalui operasi tambang emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur. Tidak hanya berorientasi pada bisnis semata, Merdeka percaya bahwa kesuksesan jangka panjang sangat membutuhkan integrasi keberlanjutan dalam semua aspek bisnis. Dengan prinsip tersebut, Merdeka berharap dapat terus berkontribusi dalam pembangunan Indonesia dan kemajuan hidup manusia.
Salah satu anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold, Tbk (IDX:MDKA/ Merdeka) pengelola tambang emas di Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, PT Bumi Suksesindo (BSI) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding-MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi (Pemda) di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu, 18 September 2024.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MCG), dengan kode MDKA di pasar bursa ini, melalui report Mineral Resource Estimate (MRE) mencatatkan kenaikan signifikan sumber daya terindikasi (indicated resources) sebesar 755 juta ton, atau meningkat lebih dari 300 juta ton dari sumber daya terindikiasi sebelumnya yaitu 442 juta ton, untuk proyek tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, .
Seiring berjalannya waktu, masa depan pengelolan tambang emas Bukit Tujuh atau dikenal dengan sebutan Tumpang Pitu oleh Bumi Suksesindo ( BSI ) di Banyuwangi sudah tidak berkilau lagi. Proses penambangan secara open pit tidak lagi menemukan kandungan emas dengan kadar yang tinggi dan mulai sulit didapatkan.
PT BSI raih penghargaan tujuh jam kerja tanpa LTI dengan menyusun piranti K3 untuk keselamatan kerja di lapangan yang meliputi tindakan pencegahan, kontrol proses, dan kontrol korektif. Piranti ini untuk mendorong kehati-hatian setiap orang yang berada di area tambang.