Anak-anak pesisir selatan Banyuwangi di Dusun Pancer, Kecamatan Pesanggaran, terlihat unjuk kebolehan melatih olah gerak motorik mereka. PT Bumi Suksesindo berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia di wilayah pesisir selatan Banyuwangi, salah satunya dengan menyediakan infrastruktur penunjang seperti pendopo serbaguna untuk kegiatan anak-anak dan masyarakat setempat. (Foto. Istimewa)
Jawa Timur – Mardiyah, 63, terlihat senyumnya mengembang. Di samping sekolah yang dipimpinnya, TK Dharma Wanita di Kampung Roworejo, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, kini telah berdiri kokoh sebuah pendopo seluas 128 meter persegi. Sebuah sarana penunjang yang telah lama ia impikan.
Lahan yang semula hanya sebuah tanah lapang tak terurus selama bertahun-tahun, kini telah berdiri kokoh sebuah pendopo serbaguna. Ia tak lagi kebingungan dan khawatir, ketika harus membawa puluhan anak didiknya di TK Dharma Wanita untuk berkegiatan di luar kelas.
“Sekarang sudah ada pendopo serbaguna ini. Saya tidak khawatir lagi jika anak-anak hendak berlatih kegiatan motorik di luar kelas. Ada peneduhnya sebagai pelindung dari terik matahari maupun hujan,” kata Mardiyah, ditemui sehari usai peresmian pendopo baru tersebut, Rabu.
Menurut Mardiyah, pihaknya akan memanfaatkan pendopo yang diberi nama Ki Hajar Dewantara tersebut, untuk mendukung pembelajaran anak-anak didiknya.
“Untuk latihan menari, mewarnai, bermusik, dan lain-lain. Warga sekitar juga bisa memanfaatkan pendopo tersebut untuk berkegiatan. Kalau warga sini ada kegiatan senam dan latihan musik hadrah. Mereka juga bisa menggunakan pendopo baru ini,” kata wanita asal Dusun Pancer Riang tersebut.
Di tempat sama, Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan Pesanggaran, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Kholid menjelaskan, pendopo yang dibangun tim infrastruktur PT Bumi Suksesindo (BSI) tersebut diyakini sangat berguna bagi masyarakat sekitar.
“Terlebih untuk TK Dharma Wanita di kampung Roworejo sini, karena guru-guru perlu mengasah dan melatih motorik anak-anak, tanpa harus takut kepanasan. Selama ini semua kegiatan dilakukan di dalam kelas karena tidak ada peneduh,” terang Kholid.
Menurut Kepala Desa Sumberagung, Vivin Agustin, kampung Roworejo sendiri merupakan kampung yang dihuni lebih dari 200 kepala keluarga. Warga kampung ini merupakan warga relokasi dari beberapa wilayah, yang pada tahun 1994 lalu pernah menjadi korban bencana tsunami yang melanda pesisir selatan Kabupaten Banyuwangi.
“Mewakili warga desa, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan ini. Warga desa jadi punya sarana untuk melakukan kegiatan di luar ruangan,” kata Vivin.
General Manager Operations PT BSI, Luke Morris yang hadir, turut menyampaikan selamat atas berdirinya pendopo, yang pembangunannya memakan waktu sekitar 3 bulan tersebut.
“Gedung ini dibangun untuk kepentingan masyarakat, khususnya untuk mendukung kegiatan pendidikan. Karena salah salah satu syarat untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan memenuhi sarana dan prasarana yang dibutuhkan,” kata Luke dalam sambutannya.
Menurut Luke, pihaknya sebagai perusahaan swasta merasa senang bisa mendukung bagian tersebut.
“Kami senang bisa bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat. Menjadi mitra yang saling mendukung dan saling menguatkan,” kata Luke.
Selain membangun infrastruktur pendopo sebagai penunjang pendidikan, PT BSI dikatakan juga telah menyelesaikan beberapa proyek infrastruktur lainnya, seperti betonisasi jalan dari Rowojambe-Pulau Merah, peningkatan kualitas jalan desa dengan paving block, serta penambahan fasilitas pendopo di kawasan wisata pantai Cemara Pancer, Gumuk Kancil Pulau Merah.
Kontribusi merupakan bagian dari rangkaian rencana program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), sebagaimana amanat Kepmen ESDM Nomor 1824 Tahun 2018.