• Jawa Timur

Miris, Kasus Sapi PMK di Jawa Timur Terus Melonjak

Eko Budhiarto | Rabu, 08/01/2025 11:53 WIB
Miris, Kasus Sapi PMK di Jawa Timur Terus Melonjak Kasus ternak sapi terjangkit wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jawa Timur terus bertambah. (foto: petugas melakukan tindakan terhadap ternak sapi)

SITUSJATIM - Kasus ternak sapi terjangkit wabah PMK (penyakit mulut dan kuku) di kota/kabupaten di Jawa Timur terur melonjak. Jumlah kematian ternak juga bertambah.

Di Kabupaten Trenggalek, misalnya, lebih dari 200 ekor ternak sapi dilaporkan terjangkit wabah PMK. Dari jumlah itu, 10 ekor di antaranya mati karena kondisinya memburuk dan tak segera tertangani.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek, Ririn Hari Setiani, Selasa (7/1/2025), mengungkapkan, peningkatan kasus PMK signifikan terjadi sejak akhir Desember 2024.

“Pada minggu terakhir 2024 terdapat 79 ekor hewan ternak yang terjangkit PMK. Semua telah diobati, tetapi angka kesembuhan belum mencapai 100 persen,” katanya.

Dari jumlah itu, 15 ekor sembuh, tiga ekor dipotong paksa, lima ekor dijual, tiga ekor mati, dan 53 ekor masih sakit.

Namun, jumlah kasus kembali melonjak pada awal 2025 dengan tambahan 156 kasus baru.

"Sebanyak sembilan ekor sembuh, dua dipotong paksa, enam dijual, tujuh mati, dan 132 masih sakit," jelasnya.

Dengan demikian, total kasus PMK di Trenggalek mencapai 235 ekor, terdiri atas 24 ekor sembuh, lima dipotong paksa, 11 dijual, dan 185 ekor sakit.

Sementara itu, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat jumlah ternak sapi yang terindikasi terpapar penyakit mulut dan kuku atau PMK bertambah menjadi 210 ekor dari sebelumnya 82 ekor sapi.

Dari 210 ekor ternak sapi itu 43 ekor sapi milik peternak mati atau kematian ternak sapi mati diduga terpapar virus PMK dalam sepekan bertambah delapan ekor sapi (sebelumnya mati 35 ekor).

"Vaksinasi PMK sudah kami lakukan, namun virus penyakit mulut dan kuku pada ternak ini penyebarannya sangat cepat," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo Achmad Junaidi.

Junaidi juga menyampaikan bahwa petugas kesehatan hewan setempat sudah melakukan vaksinasi PMK sebanyak 1.500 dosis bantuan dari Kementerian Pertanian.

Junaidi mengatakan juga segera melakukan rapat koordinasi dengan petugas lapangan untuk memastikan pelaksanaan vaksinasi untuk menekan penyebaran virus PMK pada ternak.

"Berdasarkan surat dari Kementerian Pertanian, pasar hewan harus ditutup selama 14 hari jika terjadi kasus PMK, karena situasi ini memang mengkhawatirkan namun kami akan melakukan segala upaya untuk mengatasi wabah PMK dan penutupan sementara pasar hewan menjadi salah satu pilihan yang akan kami pertimbangkan," kata dia.

Ketua Komisi II DPRD Situbondo Djaenur Ridoh mengaku prihatin dengan penyebaran virus penyakit mulut dan kuku pada ternak sapi di Situbondo.

"Hampir semua kecamatan terdampak virus PMK, dan hingga saat ini sudah ada sekitar 43 ekor sapi yang mati. Kami juga meyakini bahwa jumlah kematian sapi melebihi data dari dinas karena kemungkinan peternak tidak melapor," katanya.

 

Keywords :

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US