Ilustrasi tradisi karapan sapi di Madura.
Situsjatim - Kalau di tempat lain pacuan dilakukan dengan kuda, di Madura sapi yang jadi bintangnya. Tradisi ini dikenal dengan nama Karapan Sapi, sebuah perlombaan adu cepat yang sudah menjadi bagian dari identitas masyarakat Madura sejak ratusan tahun lalu.
Dalam perlombaan ini, dua ekor sapi dipasangkan untuk menarik semacam kereta kayu kecil tempat sang joki berdiri. Dengan teriakan semangat dan cambuk yang diayunkan, sapi-sapi itu berlari sekencang mungkin di lintasan sepanjang 200 meter.
Hanya butuh sekitar sepuluh detik sampai satu menit untuk mencapai garis akhir tapi sorak penonton bisa menggema jauh lebih lama.
Menariknya, Karapan Sapi tak sekadar soal kecepatan. Ia juga menyimpan nilai kebanggaan dan kehormatan bagi pemilik sapi.
Setiap tahun, biasanya antara Agustus hingga Oktober, masyarakat Madura dari berbagai kota akan berkumpul untuk menyaksikan ajang ini, dengan puncak final di Pamekasan yang memperebutkan Piala Bergilir Presiden.
Perlombaan ini terdiri dari empat babak yang cukup unik. Mulai dari babak penyisihan hingga final, semua pasangan sapi berkesempatan untuk menunjukkan ketangguhannya baik dari kelompok menang maupun kalah.
Lebih dari sekadar hiburan, Karapan Sapi adalah simbol kerja keras, ketekunan, dan semangat gotong royong masyarakat Madura. Di balik setiap langkah cepat sapi-sapi itu, tersimpan cerita tentang tradisi yang terus dijaga agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.
(Manda Medita/MAG)