• Kesra

Kemenperin Fasilitasi Pelatihan Vokasi Industri Wilayah Jawa Timur

Hermawan Priyono | Jum'at, 14/06/2024 20:51 WIB
Kemenperin Fasilitasi Pelatihan Vokasi Industri Wilayah Jawa Timur Guna meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, Kementrian Perindustrian memfasilitasi pelatihan vokasi di wilayah Jawa Timur ( Foto : Kemenperin )

SITUSJATIM - Kementerian Perindustrian menjaga komitmen pada Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) Tahun 2015-2035 dimana industri perkapalan, elektronika, kimia industri, persepatuan serta tekstil dan produk tekstil yang telah ditetapkan menjadi sektor industri prioritas dalam pembangunan industri nasional. Lima sektor tersebut berada pada skala prioritas utama karena telah menjadi sektor dengan
kontribusi cukup besar terutama dalam menggerakan roda perekonomian Indonesia.

“Untuk mewujudkan RIPIN Kementerian Perindustrian telah menyusun langkah strategis yakni industri sebagai pilar perekonomian, penguatan struktur industri, Industri mandiri, berdaya saing, serta industri hijau dengan mengutamakan industri andalan yang meliputi pangan, farmasi, tekstil alas kaki, transportasi, elektronika, hingga pembangkit energi,” ungkap Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.

Selain karena kontribusinya yang besar sebagai penggerak roda perekonomian nasional, lima sektor ini cukup memiliki peran yang signifikan dalam penyerapan tenaga kerja. Oleh sebab itu guna mewujudkan kinerja yang produktif dan berdaya saing pada sektor tersebut, Kemenperin kembali menyatukan langkah proaktif melalui penyelenggaraan pelatihan vokasi link and match yang berkolaborasi dengan Asosiasi dan Mitra Industri, dan Pemerintah Daerah di berbagai wilayah.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Masrokhan membuka Pelatihan Vokasi Industri untuk Wilayah Jawa Timur di Kota Surabaya pada Jumat (14/6) didampingi dari Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya, Kadin Jatim, Responsible Care Indonesia, Kepala Pusdiklat SDM Industri Kemenperin, Inspektur
Wilayah I Kementerian Perindustrian serta asosiasi dan mitra industri lainnya. Pelatihan vokasi industri wilayah Jawa Timur ini diluncurkan melalui pelatihan skilling oleh Balai Diklat Industri Surabaya dan Balai Diklat Industri Yogyakarta serta upskilling oleh Pusdiklat SDM Industri yang diikuti sebanyak 470 tenaga kerja dan calon tenaga kerja. Peserta pelatihan ini merupakan masyarakat asal Jawa Timur pada sektor elektronika dan telematika, perkapalan, tekstil dan produk tekstil, kimia serta alas kaki.

"Pola pelatihan yang kami selenggarakan tidak hanya memberikan pengetahuan dan pembekalan keterampilan bagi peserta didik, tetapi juga dilakukan uji kompetensi dan sertifikasi untuk memastikan kesesuaian kompetensi lulusan dengan standar kompetensi yang dibutuhkan oleh industri," jelas Kepala BPSDMI, Masrokhan.

Pembukaan pelatihan vokasi industri ini diikuti dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (NK) serta Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan berbagai pihak Asosiasi, Lembaga Pendidikan, Lembaga Pelatihan, LSP, serta Perusahaan Industri yang terlibat dalam menyiapkan generasi-generasi kompeten penggerak industri tanah air.

“Peluang pada pelatihan ini diharapkan dapat dimaksimalkan oleh para peserta pelatihan untuk menjadi pondasi mereka dalam meniti karir di masa depan dan untuk mendukung dan turut serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” kata Masrokhan.

Pelatihan yang diselenggarakan merupakan pelatihan berbasis 3 in 1, di mana dalam satu diklat, peserta bisa mendapatkan pelatihan skill, sertifikat kompetensi, serta penempatan kerja. Kemenperin sendiri menaungi tujuh Balai Diklat Industri (BDI) yakni BDI Medan, BDI Padang BDI Jakarta, BDI Yogyakarta, BDI Surabaya, BDI Denpasar, dan BDI Makassar. Setiap tahunnya Kemenperin bersama BDI menyelenggarakan pelatihan bukan hanya di tujuh kota lokasi BDI, namun diberbagai kota di Indonesia dari Barat ke Timur Indonesia.

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US