• Kesra

PMI Surabaya dan Stakeholder Terkait Rumuskan Langkah Antisipasi Hadapi Ancaman Gelombang Panas

Hermawan Priyono | Minggu, 19/05/2024 20:46 WIB
PMI Surabaya dan Stakeholder Terkait Rumuskan Langkah Antisipasi Hadapi Ancaman Gelombang Panas Wakil Ketua PMI Kota Surabaya Tri Siswanto saat membuka Gathering Penggerak Donor darah. dalam kesempatan tersebut Tri Siswanto juga memaparkan keberadaan PMI Kota Surabaya yang bersama PMI Internasional dan WHO bekerjasama untuk mengantisipasi ancaman gelombang panas yang menerjang kawasan Asia ( Foto : Istimewa )

PMI Kota Surabaya menjadi inisiator gerakan menghadapi cuaca ekstrem, khususnya gelombang panas. Hal ini didasarkan pada kondisi cuaca di kawasan Asia dimana gelombang panas atu hot wave yang menerjang kawasan Asia mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, seperti di India, China ataupun Vietnam, ini disampaikan Wakil Ketua PMI Kota Surabaya Tri Siswanto.

" Jadi kan gini kita ini hidup di Indonesia harus siap segala macam cuaca dan segala macam bencana alam bencana alam yang belum pernah dideteksi adalah cuaca panas ekstrem " ujar Tri Siswanto.

Dijelaskan oleh mantan pejabat Pemkot Surabaya ini, cuaca panas ekstrem tersebut sulit untuk dikatakan dan diterjemahkan, karena orang memandang secara berbeda. Misal orang yang biasa hidup di wilayah panas akan melihat cuaca ekstrem sebagai hal biasa meski sebenarnya sangat bahaya, karena bisa menyebabkan kematian.

" Kita bilang temperatur 40 derajat panas sekali, 38 panas, 36 panas tapi di Arab orang biasa.Tapi sebaliknya 33 derajat kita ngomong gak panas Tapi orang Eropa panas, maka kita harus melakukan sebuah riset , biar tidak ada musibah " tambah Tri Siswanto.

PMI menurut Tri Siswanto juga melakukan pemetaan terhadap wilayah yang rawan jika gelombang panas menerjang Indonesia. Karena banyak kawasan di Surabaya khususnya dimana banyak pekerja dan berada pada area yang sangat rawan dan bahaya, namun tidak disadari oleh para pekerja. Kondisi ini seperti yang terjadi di India hingga kemudian menyebabkan korban jiwa berjatuhan akibat gelombang panas.

" Ketika menghadapi cuaca ekstrem contoh pada kawasan-kawasan yang banyak pekerja di situ misalkan di pusat kota di kawasan pelabuhan kan banyak orang bekerja dan sering tidak menyadari cuaca ekstrem, sehingga kita riset, kita sosialisasi agar mereka selalu siaga menghadapi cuaca ekstrem panas yang tidak bisa kita prediksikan datangnya " papar Tri Siswanto.

Langkah PMI Kota Surabaya menyiapkan langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem tidak lepas dari dunia internasional. Wakil Ketua PMI Kota Surabaya Tri Siswanto menegaskan bahwa kebijakan tersebut lahir dari sebuah kerjasama dengan Palang Merah Internasional dan WHO untuk menghadapi ancaman gelombang panas. Ini juga menjadi perhatian internasional mengingat beberapa negara disekitar Indonesia telah mengalami serangan gelombang panas tersebut.

" Kita menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Bersama Red Cross International atau Palang Merah Internasiona dan WHO kita kerjasamq bagaimana menanggulangi ketika Surabaya terjadi panas ekstrem karena yang terjadi di Asia kan sudah tapi Indonesia kan belum " terang Tri Siswanto.

Ini menjadi tugas besar yang diemban PMI Kota Surabaya, karena menurut Tri Siswanto harus ada perubahan paradigma agar langkah antisipasi lebih dikedepankan jangan sampai menunggu jatuh korban.

" Kita harus siap, apakah kita menunggu kalau sudah ada korban dulu. Jadi allhamdulillah Palang Merah Indonesia Kota Surabaya di fasilitasi oleh Palang Merah Indonesia Jawa Timur bekerja sama dengan Pemkot Surabaya yang dimotori oleh Bapak Sekda dan seluruh jajaran kita melakukan kerjasama untuk mengatasi ini " tukas Tri Siswanto.

Terkait dengan riset mendalam terhadap ancaman cuaca ekstrem panas, PMI Kota Surabaya menurut Tri Siswanto melibatkan BMKG dan universitas, sehingga bisa mengetahui detail ancaman tersebut dan merapkan langkah antisipasi. Selain itu juga sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menjadi korban dan lebih siaga menghapinya.

" Kita sudah kerjasama dengan multidimensi seperti dengan BMKG kerjasama dengan perguruan tinggi. Semua kita sudah kerjasama stakeholder yang terkait. Kita sudah melakukan sosialisasi seperti sosialisasi gempa bumi agar masyarakat tidak panik. Ya ntinya ke sana, mempersiapkan sebelum terjadi, karena ancaman ini bisa terjadi setiap saat " pungkas Tri Siswanto.

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US