Khofifah Indar Parawansa menghadiri silaturahmi kebangsaan bersama Prabowo Subianto di Hambalang ( Foto : Humas TKD Jatim )
SITUSJATIM - Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur 2019-2024 yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU , menghadiri `Silaturrahmi Kebangsaan` di kediaman Jenderal TNI (Hor) Prabowo Subianto, di Hambalang, Sentul, Kabupaten Bogor, Sabtu, (2/3/2024) siang.
Dalam "Silaturrahmi Kebangsaan" bersama Prabowo Subianto ini, Khofifah Indar Parawansa, ditemani duetnya saat memimpin Jatim, Emil Elestianto Dardak, perwakilan relawan Pragrib Jatim, Tim Kampanye Daerah (TKD) Pragib Jatim, ratusan Kiai, Ulama, pengurus serta Ketua PW Muslimat NU se Indonesia.
Dalam acara tersebut, Khofifah membeber perjalanan TKD Jatim, bersama relawan Muslimat NU, para Kiai, dan relawan lainnya, menggaet para pekerja se Jatim, pedagang pasar, UMKM, pengobatan gratis di kampung-kampung dan korban banjir meraih simpati masyarakat luar biasa hingga mencapai lebih 66 persen. Khofifah mengucapkan terima kasih atas perjuangan relawan yang luar biasa. Bukan hanya mengantarkan kemenangan tapi diharapkan akan terus mengawal dan menjaga perjalanan pemerintahan dan kesuksesan.
Sementara itu Prabowo Subianto menyampaikan, kendati perhitungan suara belum final, namun sudah keliatan melalui quick count, bahwa keputusan rakyat mutlak di pihaknya, sehingga memenangkan mandat dari rakyat Indonesia.
"Kita telah berhasil di semua provinsi kecuali dua, Aceh dan Sumbar," ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan begitu terlihat pergerakan angka quick count, tokoh yang pertama kali ditemui adalah Khofifah Indar Parawansa.
"Saya ketemu beliau di Bandara Halim dan saya menawarkan bagaimana bisa bertemu. Berapa yang bisa ibu bawa ke Hambalang. Eh..beliau malah balik bertanya, Bapak berkenan berapa orang, saya jawab kalau persiapan singkat bisa 1200 orang. Eh yang datang 1600 orang," ujarnya disambut tepukan hadirin.
Usai bertemu Khofifah, dilanjutkan sowan ke seniornya Jenderal SBY, Pakde Karwo, dan Emil Dardak. Pasca Pilpres ini Prabowo mengajak semua masyarakat melupakan perbedaan, jangan sampai gontok-gontokan. Karena sudah waktunya untuk berbuat bagi kemakmuran bangsa Indonesia.
Termasuk meniru keberanian warga NU dan sejarah NU di saat genting selalu tampil sebagai stabilisator, pembawa kesejukan, kedamaian, penjamin keselamatan dan berpihak ke NKRI.
"NU bisa dikatakan Islam yang merah putih. Ingat sejarah perjuangan kemerdekaan pasca proklamasi, bagaimana ketika Inggris datang ingin menguasai lagi, dari peran Kiai, NU, dan ulama NU di Jatim tegas tegar. Tidak tunduk kepada kekuatan asing yang menjaajah bangsa kembali. Maka jangan lupa sejarah," ujarnya.
"Mereka yang lupa sejarah akan dihukum sejarah. Lihat saja ketika paham komunisme hampir menguasai, NU juga tampil.
Tidak mengherankan kenapa TNI dekat dengan ulama dan kiai. NU tidak mau menjalankan agama dengan kekerasan, tidak ada kecurigaan dan kebencian dalam beragama, itu karakter NU," imbuhnya.
Dia berpesan agar tidak euforia menyambut kemenangan atau gembira berlebihan. Prabowo bahkan mengajak merenung karena mandat itu tanggungjawab berat. Bahwa masa depan sekarang di pundak.
"Sejak itu setiap saat sadar, tidak tidur. Sebelum tidur. Saya langsung berpikir tak boleh mengecewakan rakyat Indonesia. Ini adalah kehormatan bagi kami. Segala iptek, dan kemampuan kita sudah saatnya diterapkan untuk sebesar kepentingan rakyat Indonesia," ujarnya.
"Kalau melihat dukungan NU dan kalian bersama. Saya tidak takut dan tidak gentar menjalankan program itu. Hilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Mari bersama menghilangkan kelaparan. Tidak boleh ada anak yang tidak makan, lapar dan stunting. Tidak boleh ada anak Indonesia lapar. Saya tak gentar perjuangkan rakyat saya.
Usia 72 tahun, saya tidak takut. Saya hanya takut kepada Allah SWT saja. Hari ini luar biasa suntikan semangat dan keberanian saya," ujarnya.
"Pak Jokowi telah menunjukkan arah bangsa dan sepakat dengan saya. Maka programnya akan saya teruskan. Kalau untuk membela rakyat saya tidak takut di dunia ini. Dan di hati saya yang paling dalam. Kalianlah yang memenangkan saya," pungkas Prabowo.
Prabowo Subianto tidak akan lupa Jawa Timur dan tidak pakai janji. Yang penting katanya dia sudah mengerti.
"Saya berharap NU, Muslimat, Ansor, Banser, Kiai, Ulama, relawan, rakyat semua, mari kita kawal dan gabungkan kekuatan bersama TNI Polri dan kekuatan lain di jalan yang benar. Yang lurus, di pihak rakyat kita akan mulia," pungkasnya.