Para pekerja di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah menurunkan karung beras di sebuah pasar tradisional di Surabaya. Pemkot Surabaya meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga ketahanan pasokan 20 jenis pangan bagi masyarakat, imbas dari fenomena iklim El Nino. (Foto.Istimewa)
SITUSJATIM - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan ketersediaan pangan dalam menghadapi fenomena iklim El Nino. Bahkan, dalam mewujudkan upaya menjaga ketahanan pangan di Kota Pahlawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memiliki Tim Pengendali Inflasi (TPID) yang tidak hanya beranggotakan jajaran pemkot, melainkan Gapoktan (gabungan kelompok tani) serta lembaga keuangan.
Eri menjelaskan bahwa upaya serta langkah-langkah mengantisipasi dampak kekeringan akibat El Nino telah dilakukan. Mulai dari menjaga harga beras Bulog, hingga mensubsidi BBM transportasi untuk mengangkut barang dari daerah penghasil bahan pangan.
“Kita menjaga pangan dengan mensubsidi harga Bulog agar tidak berubah sampai di tempat pedagang jualan. Selain itu, kita kerjasama dengan daerah-daerah. Meskipun kita kerjasama, kita tidak bisa mensubsidi pupuknya, karena tidak boleh, yang bisa kita subsidi adalah transportasinya,” kata Wali Kota Eri, Minggu (3/9/2023).
Wali Kota Eri menerangkan, Pemkot Surabaya melalui TPID tidak hanya memantau harga beras saja, tetapi juga komoditas pangan lainnya. Yakni menjaga harga dan ketersediaan 20 bahan pokok. Seperti cabai, bawang merah, bawan putih, gula, telur, dan ayam. (Hermawan Priyono)