• Jawa Timur

Larung Sesaji, Warisan Spiritual yang Masih Hidup di Malang Selatan

Manda Medita.R | Sabtu, 08/11/2025 10:08 WIB
Larung Sesaji, Warisan Spiritual yang Masih Hidup di Malang Selatan Upaxara Larung Sesaji di Malang Jawa Timur.

JAKARTA - Suara ombak Pantai Ngliyep di Malang setiap tahun menjadi saksi tradisi sakral yang terus dijaga masyarakat Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo.

Upacara Larung Sesaji, atau disebut juga Labuhan, menjadi wujud rasa syukur dan penghormatan masyarakat kepada Sang Pencipta sekaligus penguasa laut, Nyai Ratu Mas.

Ritual ini sudah diwariskan turun-temurun, dilakukan dengan penuh keyakinan dan tata cara adat yang ketat. Masyarakat menyiapkan sesaji berisi hasil bumi, kepala kambing, dan aneka makanan yang nantinya akan dilarung ke laut di kawasan Gunung Kombang, sebuah pulau karang kecil di Pantai Ngliyep yang dipercaya sebagai tempat sakral.

Menariknya, selama prosesi persiapan, ada pantangan yang tidak boleh dilanggar. Salah satunya, wanita dilarang datang ke lokasi saat memasak sesaji.

Menurut cerita warga, pernah suatu ketika larangan itu dilanggar, dan hasil masakan tidak matang hingga sore hari menjelang upacara.

Selain itu, peserta upacara juga tidak diperkenankan mengenakan pakaian berwarna hijau gadung, warna hijau muda yang dipercaya sebagai warna kebesaran Nyai Ratu Mas, penguasa Laut Selatan.

Ketika sesaji telah siap, warga bersama tokoh adat membawa persembahan menuju pantai diiringi doa dan gamelan. Suasana hening berubah khidmat saat sesaji dilarung ke tengah laut, seolah menjadi simbol kerendahan hati manusia di hadapan alam dan kekuatan yang lebih besar.

Di tengah gelombang laut yang menggulung, mereka percaya, rasa syukur dan doa tulus yang dilepaskan bersama sesaji akan membawa ketenangan dan berkah bagi desa mereka.

(Manda Medita/MAG)

FOLLOW US