Sinergi antar lembaga keuangan di Jatim menjadi indikator untuk menjaga stabilitas ekonomi dan moneter di Jawa Timur ( Foto : Istimewa )
SITUSJATIM - Upaya memperkuat sinergi guna menjaga stabilitas ekonomi serta meningkatkan kinerja ekonomi di Jawa Timur, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Kementerian Keuangan menggelar Media Briefing di Surabaya.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan perkembangan terbaru mengenai kebijakan dan langkah strategis yang diambil oleh masing-masing lembaga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Jawa Timur. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk berdiskusi tentang tantangan dan peluang ekonomi yang dihadapi wilayah tersebut di tahun 2024.
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global serta gejolak geopolitik yang terus meningkat. Upaya ini termasuk dalam strategi untuk memperkuat respons kebijakan terkoordinasi serta meningkatkan kewaspadaan dalam memitigasi risiko terhadap perekonomian dan stabilitas sistem keuangan domestik.
Dengan sinergi yang kuat antar lembaga, diharapkan ekonomi Jawa Timur dapat terus tumbuh secara berkelanjutan, memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pelaku usaha di wilayah tersebut.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Erwin Gunawan Hutapea, mengungkapkan bahwa BI telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di angka 6,25%. “Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2024 akan berada di kisaran 4,7% hingga 5,5%, sejalan dengan proyeksi sebelumnya,” ujar Erwin.
Erwin menjelaskan bahwa meskipun ekonomi global diprediksi akan tumbuh sebesar 3,2%, tantangan yang lebih besar akan dihadapi oleh negara-negara berkembang. Namun, negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, masih menunjukkan ketahanan yang cukup kuat dalam menghadapi perlambatan ekonomi global.
Sementara itu, Direktur Pengawasan LJK 2 dan Manajemen Strategis OJK Regional 4 Jawa Timur, Dedy Patria, menyoroti kinerja sektor jasa keuangan di Jawa Timur. Menurutnya, hingga Juni 2024, pertumbuhan dana pihak ketiga di Jawa Timur mencapai 7,81%, dengan pertumbuhan kredit sebesar 5,3%. “Dari sisi permodalan, sektor perbankan juga masih kuat dengan rasio kecukupan modal di angka 29%, menunjukkan kondisi yang masih terkendali,” pungkas Dedy.