• Jawa Timur

RSUD dr Sutomo Sukses Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam, Satu Diantaranya Meninggal

Hermawan Priyono | Rabu, 21/08/2024 11:48 WIB
RSUD dr Sutomo Sukses Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam, Satu Diantaranya Meninggal dr Wury Ayuningtyas, Sp.A koordinator tim bedah kembar siam RSUD dr. Sutomo Surabaya saat memberikan keterangan kepada media terkait penangana bayi kembar siam asal Tulungagung ( Foto : Hermawan )

SITUSJATIM - RSUD dr. Sutomo kembali menangani bayi kembar siam asal Tulungagung. Sayangnya satu diantara bayi yang dipisahkan tersebut meninggal. Penyebab meninggalnya bayi kembar siam pasca operasi pemisahan badan, tidak lain diakibatkan kondisi salah satu bayi yang tidak stabil dan dalam keadaan kritis. Bayi kembar siam tersebut merupakan pasien rujukan dari RSUD dr. Iskak Tulungagung.

dr. Wurry Ayuningtyas, Sp.A koordinator Tim Bedah Kembar Siam Terpadu RSUD dr. Soetomo mengatakan, waktu itu didapatkan ada kelemahan anggota gerak tubuh pada salah satu bayi, kemudian juga ada infeksi sehingga diputuskan untuk segera dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya pada tanggal 14 Agustus, dan ditanggal 16 Agustus dilakukan operasi pemisahan.

"Jadi pada tanggal 14 Agustus itu, karena kondisi salah satu bayi menurun jadi segera dirujuk ke sini konsentrasinya juga separasi darurat emergency di tanggal 16 Agustus, jadi di sini cuman dirawat sekitar 2 hari karena salah satu kondisi bayinya akan semakin menurun seperti yang disebutkan," ungkap Wurry Rabu (21/8/2024).

Dijelaskannya, pada saat operasi pun kondisi bayi yang menurun itu dilakukan resusitasi pijat jantung yang posisinya pasti akan kritis kemudian intermediate kemudian kita rawat di loket. Nah sekarang ini dari kritis ke intermediate mudah-mudahan ini saat ini kondisinya semakin membaik.

Sampai sejauh ini bayi kembar siam atas nama Arcello masih di ICU. Sedangkan saudara kembarnya yang bernama Arsenio, nyawanya sudah tidak lagi bisa diselamatkan. Pada saat tim melakukan perawatan, lanjut Wurry menjelaskan, kondisi bayi tersebut sudah tidak memungkinkan tertolong.

"Dalam perjalanannya merawat aku datang tuh memang Kondisinya sudah gak bagus, tapi dalam prosesnya itu semakin menurun kondisinya. Ya kita berusaha melakukan pertolongan darurat, seperti lakukan pemijatan. Tujuannya untuk menjaga kestabilan kestabilan," ungkapnya.

"Memang kondisinya tidak bagus sehingga salahbsatu bayi tersebut meninggal. Darurat operasi dilakukan, meski tanda-tandanya sudah sangat lemah sekali tapi operasi tersebut tetap lakukan," pungkas dr. Wury.

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US