Syafira | Sabtu, 06/07/2024 21:50 WIB
Makanan tradisional khas Jawa Timur, Kopyor Bongko (Foto: Youtube)
Situsjatim.com - Jawa Timur dikenal dengan keanekaan makanan khasnya. Namun, lamban laun sudah nyaris punah dan sulit ditemukan. Bahkan ada yang sudah dinyatakan sudah tidak ada lagi sajiannya alias punas. Berikut beberapa makanan khas Jawa Timur yang sudah punah atau hampir punah:
1. Lontong Balap Surabaya Asli
- Deskripsi: Lontong Balap adalah makanan khas Surabaya yang terdiri dari lontong, tahu, tauge, lentho (gorengan kacang tolo), dan kuah gurih.
- Status: Meskipun masih ada versi modernnya, beberapa versi asli dengan bumbu dan penyajian tradisional mulai jarang ditemukan.
2. Nasi Tumpang Kediri
- Deskripsi: Nasi tumpang adalah nasi yang disajikan dengan sambal tumpang, yaitu sambal yang terbuat dari tempe bosok (tempe yang sudah difermentasi lebih lama), santan, dan bumbu-bumbu lainnya.
- Status: Beberapa versi asli nasi tumpang yang menggunakan bahan-bahan tradisional dan metode masak kuno mulai jarang ditemukan, terutama di luar Kediri.
3. Rujak Cingur Asli
- Deskripsi: Rujak cingur adalah salad khas Jawa Timur yang menggunakan cingur (moncong sapi) sebagai salah satu bahan utamanya, dicampur dengan aneka sayuran, buah-buahan, dan bumbu petis.
- Status: Versi asli yang menggunakan cingur dengan kualitas tinggi dan bumbu petis tradisional mulai sulit ditemukan, digantikan oleh versi yang lebih modern dan praktis.
- Deskripsi: Kue bongko kopyor adalah kue tradisional yang terbuat dari campuran santan, tepung beras, kelapa kopyor, dan pisang yang dibungkus daun pisang dan dikukus.
- Status: Kue ini mulai jarang ditemukan di pasaran karena proses pembuatannya yang rumit dan memakan waktu.
5. Nasi Punel Bangkalan
- Deskripsi: Nasi punel adalah nasi khas Bangkalan, Madura, yang disajikan dengan aneka lauk-pauk seperti daging, sambal, dan sayuran.
- Status: Meskipun masih ada di beberapa tempat, versi asli nasi punel dengan bumbu dan penyajian tradisional mulai jarang ditemukan.
Penyebab Kepunahan
- Modernisasi dan Perubahan Gaya Hidup: Masyarakat cenderung memilih makanan yang lebih praktis dan cepat saji.
- Kurangnya Penerus: Generasi muda kurang tertarik untuk melanjutkan tradisi memasak makanan-makanan tradisional yang membutuhkan waktu dan keterampilan khusus.
- Bahan Baku yang Sulit Didapat: Beberapa bahan baku asli mulai sulit ditemukan atau harganya semakin mahal, sehingga mempengaruhi produksi makanan tersebut.
- Persaingan dengan Makanan Modern: Makanan cepat saji dan modern lebih mudah ditemukan dan lebih populer di kalangan masyarakat, terutama di perkotaan.
Upaya pelestarian makanan tradisional ini sangat penting agar warisan kuliner Jawa Timur tidak hilang. Dukungan dari pemerintah, komunitas kuliner, dan masyarakat umum diperlukan untuk menjaga keberadaan makanan-makanan ini.