Alas Purwo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur
SITUSJATIM - Apa yang ada dalam benak Anda saat membayangkan Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur? Mungkin, Anda langsung mengaitkan dengan kisah-kisah mistis, namun mungkin juga Anda membayangkan sebuah kawasan yang teramat eksotis.
Anda tidak salah, karena Alas Purwo memiliki dua-duanya: mistis sekaligus eksotis.
Secara geografis, Taman Nasional Alas Purwo membentang di dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Taman Nasional ini berada di ujung paling timur Pulau Jawa.
Melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 283/Kpts- 11/1992 tertanggal 26 Februari 1992, bentangan hutan tersebut ditetapkan sebagai taman nasional. Sebelum ditetapkan sebagai taman nasional, semula berstatus Suaka Margasatwa Banyuwangi Selatan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 6 stbl 456 tanggal 01 September 1939 dengan luas areal 62.000 ha. Namun, dikutip dari laman Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, setelah diubah menjadi taman nasional, luas kawasan yang masuk dalam Semenanjung Blambangan ini, berubah menjadi 43.420 ha.
Alas Purwo merupakan kawasan hutan, dengan berbagai macam tipe ekosistem yang tergolong utuh di Pulau Jawa. Ekosistem ini mulai dari pantai (hutan pantai) sampai hutan hujan dataran rendah, hutan mangrove, hutan bambu, savana dan hutan tanaman.
Keanekaragaman jenis flora darat di kawasan Alas Purwo termasuk tinggi. Diketahui lebih dari 700 jenis tumbuhan, mulai tingkat tumbuhan bawah sampai tumbuhan tingkat pohon dari berbagai tipe/formasi vegetasi. Tumbuhan khas dan endemik di taman nasional ini yaitu sawo kecik (Manilkara kauki). Selain itu tumbuhan yang sering dijumpai yaitu ketapang (Terminalia catapa), nyamplung (Calophyllum inophyllum), kepuh (Sterculia foetida), keben (Barringtonia asiatica), dan 10 jenis bambu.
Di samping kaya akan jenis-jenis flora, Alas Purwo juga kaya akan jenis-jenis fauna daratan, baik kelas mamalia, aves dan herpetofauna (reptil dan amfibi). Di sini ditemukan 50 jenis mamalia di Taman Nasional Alas Purwo.
Beberapa jenis mamalia yang dijumpai di kawasan ini adalah:
- banteng (Bos javanicus)
- rusa (Cervus timorensis)
- ajag (Cuon alpinus)
- babi hutan (Sus scrofa)
- kijang (Muntiacus muntjak)
- macan tutul (Panthera pardus)
- lutung (Tracypithecus auratus)
- monyet ekor panjang (Macaca fascicularis)
- jelarang (Ratufa bicolor)
- rase (Vivericula indica)
- linsang (Prionodon linsang)
- luwak (Paradoxurus hermaprhoditus)
- garangan (Herpestes javanicus)
- kucing hutan (Felis bengalensis).
Sisi Mistis
Bagi yang pernah memasuki area Alas Purwo, mungkin merasakan aura mistis. Namun, mungkin juga tidak.
Aura itu menguat seiring diyakininya kisah-kisah mistis yang datang dari sudut-sudut Alas Purwo. Berikut lima kisah mistis yang melengkapi perspektif masyarakat tentang Alas Purwo :
1. Tempat bersemedi
Alas Purwo dipercaya sebagai hutan tertua di Pulau Jawa. Terdapat banyak goa di hutan ini, yang sering dipakai bersemedi oleh para raja di masa lalu. Bahkan, pintu masuk salah satu goa dipercaya dijaga oleh jin.
2. Kerajaan Jin
Alas Purwo dikenal sebagai kerajaan jin. Masyarakat percaya di dalam hutan ini terdapat banyak makhluk gaib.Seseorang yang memiliki kemampuan khusus bisa melihat makhluk tak kasat mata, biasanya akan menyaksikan kondisi Alas Purwo yang padat dan ramai.
3. Tempat pesugihan
Areal hutan ini disebut-sebut sebagai tempat mencari pesugihan. Hal ini diperkuat oleh cerita yang berkembang di masyarakat bahwa Alas Purwo dihuni oleh
berbagai jenis makhluk tak kasat mata dengan bentuk yang tak lazim. Beberapa di antara makhluk-makhluk tersebut merupakan anak dari hasil perkawinan antara manusia dan jin sebagai bentuk tumbal pesugihan.
4. Panggilan malapetaka
Ada cerita turun temurun yang semakin menebalkan sisi mistis Alas Purwo. Yakni cerita tentang suara panggilan.
Jika seseorang mendengar suara lirih yang memanggil nama ketika sedang di Alas Purwo, maka jangan langsung menengok atau mencari sumber suara tersebut. Pasalnya, jika menengok dan mencari sumber suara, maka seseorang tersebut akan mendapat malapetaka atau kesialan sepanjang hidup. Bahkan, bukan tidak mungkin, dia akan dibawa oleh makhluk ghaib ke alam jin.
5. Keris Majapahit
Sebagian masyarakat yang berkunjung ke kawasan ini, bertujuan untuk mencari keris.Dari cerita yang beredar, di dalam Alas Purwo masih tersimpan Keris Pusaka Sumelang Gandring peninggalan Kerajaan Majapahit. Hanya saja, hingga kini belum diketahui titik mana di wilayah Alas Purwo yang menyimpan keris pusaka tersebut.
Destinasi Eksotis
Entas mitos atau benar, yang jelas sisi mistis Alas Purwo, hingga kini masih dipercaya oleh masyarakat. Kendati demikian, sisi tersebut tidak mengurangi kunjungan wisata di destinasi eksotis ini.
Sebagai destinasi wisata, Alas Purwo memiliki sederet spot, yang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi, yakni:
1.Savana Sadengan
2.Pantai Trianggulasri
3.Pantai Ngagelan
4.Pantai Pancur
5.Pantai Parang Ireng
6.Pantai Plengkung atau G-land
Di pantai Ngagelan, wisatawan bisa melihat penyu bertelur dan penangkaran tukik atau anak penyu. Jika ingin melihat sunset yang indah, maka pengunjung bisa bergeser ke Pantai Pancur.
Sementara itu, jika berada di Pantai Plengkung atau G-land, maka pelancong akan melihat para peselancar profesional unjuk kebolehan. Ini karena Pantai Plengkung terkenal dengan ombak yang besar, dengan ketinggian tombak mencapai 7 meter. Pantai ini diakui sebagai salah satu tempat surfing terbaik di dunia.
Di Alas Purwo juga banyak goa peninggalan zaman dahulu, seperti Goa Putri, Goa Padepokan, Goa Mayangkara, dan Goa Istana.
Demikian narasi ringkas tentang Alas Purwo, Kabupaten Banyuwangi. Memang ada sisi mistis, namun sulit dibantah bahwa destinasi wisata ini memiliki keindahan eksotis.