• Jawa Timur

Monumen Marsinah, Lorong Waktu Mengenang Perjuangan Seorang Buruh

Eko Budhiarto | Kamis, 02/05/2024 08:04 WIB
Monumen Marsinah, Lorong Waktu Mengenang Perjuangan Seorang Buruh Ilustrasi

SITUSJATIM - Buruh mendesak pembangunan Taman Monumen Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Monumen ini akan menjadi lorong waktu bagi siapa pun untuk kembali mengenang perjuangan seorang buruh.

"Patungnya sudah ada di Kabupaten Nganjuk tapi kelihatannya tidak terawat dan belum ada tamannya," kata Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono, usai perayaan May Day 2024 bersama ribuan buruh di depan Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan Surabaya, Rabu (1/5/2024) petang. 

Pembangunan Monumen Marsinah, lanjut Adhy, adalah satu dari sejumlah tuntutan buruh, yang disuarakan pada Hari Buruh Internasional atau May Day 2024.  Adhy pun menyanggupi tuntutan tersebut.

"Bersama Pemerintah Kabupaten Nganjuk, kami menyanggupi untuk membangun kawasan Patung Marsinah yang sudah ada sebagai monumen bagus dengan taman indah," ujarnya.
 
Dia juga berharap monumen simbol perjuangan buruh itu akan menjadi salah satu tujuan wisata.  

"Nantinya bisa menjadi salah satu destinasi yang akan mengingatkan bahwa perjuangan oleh Marsinah itu merupakan peristiwa yang perlu menjadi evaluasi kita untuk kesejahteraan buruh," kata Adhy.

Mengingatkan kembali, Marsinah merupakan aktivis buruh di era awal 1990-an,  yang bekerja di pabrik arloji PT Catur Putra Surya, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. 

Perempuan asal Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, itu sempat dilaporkan hilang selama tiga hari di tengah upaya memperjuangkan hak-hak buruh di pabrik tempatnya bekerja. 

Mayat Marsinah kemudian ditemukan di kawasan hutan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, dengan penuh luka di sekujur tubuhnya pada 8 Mei 1993. Usianya saat itu terbilang muda, 24 tahun. 

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US