• Jawa Timur

Ayu Semseming Manis dan Prakoso Madu Rasa, `Mempelai` Tebu yang Awali Musim Giling di SGN

Wahyoe Boediwardhana | Rabu, 01/05/2024 09:51 WIB
Ayu Semseming Manis dan Prakoso Madu Rasa, `Mempelai` Tebu yang Awali Musim Giling di SGN Sepasang mempelai yang melambangkan Rosan Ayu Semseming Manis (tebu wanita) dan Rosan Prakoso Madu Rasa (tebu pria), diarak sebagai mempelai dalam prosesi Tebu Manten di Pabrik Gula Pradjekan Bondowoso, Jawa Timur. Prosesi tebu manten ini mengawali dimulainya musim giling tebu PT SGN tahun 2024. (Foto.Istimewa)

SITUSJATIM – Hari Senin (29/4/2024) kemarin merupakan hari bahagia bagi pasangan ‘mempelai’ Sri Ratu Rosan Ayu Semseming Manis sebagai mempelai perempuan dan Sri Narendra Rosan Prakoso Madu Rasa sebagai mempelai pria. Dua batang tebu yang masing-masing berusia sekitar 12 bulan ini, didaulat mewakili tebu-tebu yang lain sebagai pasangan ‘mempelai’ dalam prosesi Tebu Manten yang digelar oleh Pabrik Gula (PG) Pradjekan Bondowoso.

Kedua ‘mempelai’ yang berasal dari kebun tebu di Desa Mangli, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso ini, diarak keliling pabrik gula dan menjadi simbolisasi dimulainya musim giling tebu di unit usaha PG Pradjekan yang dikelola PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak perusahaan holding perkebunan PTPN III (Persero). Rencananya, PG Pradjekan akan mulai giling pada 20 Mei mendatang dan menjadi PG dikelola SGN pertama yang memulai giling di Pulau Jawa.

Prosesi petik tebu manten diawali dengan menggelar doa bersama di kebun yang dihadiri oleh petugas PG, tokoh masyarakat, petani dan undangan. Tebu-tebu ini sebagai simbolisasi pasangan pengantin. Ada karyawan yang dirias sebagaimana pasangan dengan menggunakan busana adat pengantin. Tidak lupa beberapa hiasan juga dipasang disepanjang batang tebu pilihan tersebut. Hiasan tersebut berupa potongan kertas warna warni.

Selanjutnya sepasang tebu yang menjadi simbol pasangan pengantin tersebut ditebang beserta beberapa batang tebu lain, sebagai perlambang para pengiring pengantin tebu dan dilakukan prosesi siraman.

"Tebu yang telah ditebang tersebut diarak dari kebun menuju pabrik gula, tepatnya di stasiun Gilingan. Diiringi alunan kebo giro yang menjadi ciri khas arakan pengantin, batang tebu tersebut dibawa oleh barisan karyawan bagian tanaman untuk kemudian diserahkan kepada karyawan bagian pabrik dan dimasukkan ke dalam penggilingan pabrik gula," jelas Manajer Tanaman PG Pradjekan Dwiana Ekawati.

Pihaknya menyebut prosesi tersebut menjadi simbolis harapan petani dan pabrik gula agar panen tebu berlangsung dengan lancar dan kualitas bahan baku tebu optimal atau telah masak serta diolah PG dengan baik.

Di beberapa daerah dalam prosesi arak-arak penganten tebu sering disertakan budaya lokal seperti Reog dan Bantengan. Sederhana dan sakral tergambar dari prosesi yang telah dijalankan selama puluhan tahun hingga saat ini, serta telah menjadi bagian budaya pabrik gula di nusantara.

"Petik tebu manten sudah menjadi bagian dari kultur pabrik gula yang menandakan musim giling sudah tiba. PG Pradjekan saat ini sudah siap giling untuk tahun 2024," terang General Manager PG Pradjekan Moh. Sholeh Kusuma, disela prosesi petik tebu manten.

Menurut Sholeh, target giling PG Pradjekan tahun ini naik bila dibanding realisasi tahun sebelumnya, yakni dari 4,3 juta kuintal tebu di tahun 2023 menjadi 4,9 juta kuintal tebu di tahun 2024.

"Optimis target kami menggiling tebu petani sejumlah 4,9 juta kuintal tebu bisa tercapai. Ini merupakan bagian upaya kami mendukung tercapainya swasembada gula," tambah Sholeh Kusuma.

Senada dengan Sholeh, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPC APTRI) PG Pradjekan, Rolis Wikarsono, berharap hasil giling tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya, baik itu dari sisi harga gula maupun performa pabrik, sehingga berpengaruh positif pada tingkat kesejahteraan petani tebu di Bondowoso.

"Tebu petani semua digiling di PG Pradjekan. Jumlah petani kurang lebih 700 orang dengan luasan lahan total sekitar 6.000 hektar," lanjut Rolis.

Senior Executive Vice President (SEVP) Operation II SGN Imam Cipto Suyitno yang hadir dalam kegiatan menyebut performa yang dimiliki PG Pradjekan cukup membanggakan  bahkan kerap dijadikan best practise bagi pabrik gula lainnya.

"Dengan kekompakan petani dan PG, target tersebut bukan angan-angan tapi mudah untuk diraih. PG Pradjekan sudah empat tahun berturut-turut selalu menunjukkan performa yang baik. Mohon dukungan support untuk mempertahankan prestasi. Jika tahun ini baik, maka menjadi performa terbaik berturut-turut selama lima tahun," ungkap Imam.

 

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US