• Bisnis

Bank Indonesia Buka Layanan Penukaran Uang Baru Di Grand City Surabaya

Hermawan Priyono | Sabtu, 30/03/2024 14:27 WIB
Bank Indonesia Buka Layanan Penukaran Uang Baru Di Grand City Surabaya Bank Indonesia bersama 14 perbankan yang ada di Jawa Timur melakukan program layanan terpadu penukaran uamg baru untuk masyarakat yang berlangsung di Grand City Surabaya ( Foto : Hermawan )

SITUSJATIM - Bank Indonesia kantor wilayah Jawa Timur dan didukung oleh 14 perbankan melakukan program layanan terpadu penukaran rupiah dalam program Semarak Berkah Lebaran dan Idu Fitri 2024 (Serambi ). Kepala Kantor Wilayaha Bank Indonesia Jawa Timur Erwin Gutawa Hutapea menyampaikan bahwa program tersebut membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan uang kartal khususnya di saat idul fitri.

" Kita bersama-sama hadir di Grand City Mall Surabaya dalam rangkaian Semarak Ramadan dan Berkah Idul Fitri tahun 2024. Jadi dalam rangka hadir memenuhi kebutuhan uang masyarakat di dalam Ramadan dan juga Idul Fitri tahun 2024 " ujar Erwin.

Erwin juga menjelaskan bahwa Bank Indonesia bekerja sama dengan perbankan tidak hanya melakukan pelayanan penukaran uang, namun juga melakukan tiga hal yang penting. Pertama menyediakan uang untuk kebutuhan lebaran masyarakat Jawa Timur dalam jumlah yang memadai. Ada Rp 23,2 triliun uang dalam bentuk kartal yang disiapkan dalam pecahan dan kondisi layak edar.

" Kita menyiapkan Rp 23,2trilliun uang kartal baru dan layak edar. Ini.untuk memenuhi kebutuhan selama Idul Fitri " lanjut Erwin Gutawa.

Selain itu menurut Erwin, BI Jatim juga menyediakan layanan kas untuk kebutuhan perbankan. Dan yang ketiga BI dan perbankan juga melakukan edukasi terhadap masyarakat agar lebih menghargai, memahami dan bangga dengan rupiah sebagai simbol kedaulatan Bangsa Indonesia.

" Dalam layanan ini kita juga mengedukasi masyarakat agar cinta, bangga terhadap rupiah karena merupakan simbol kedaulatan bangsa " tambah Erwin.

Dalam layanan penukaran rupiah ini, Bank Indonesia Jawa Timur menurut Erwin Gutawa Hutapea telah menyiapkan 500 titik penukaran yang berada di beberapa kawasan seperti mall, pasar dan layanan tematik seperti tempat ziarah atau komplek masjid besar dan makam wali.

Selain itu juga hadir di kawasan yang berdekatan dengan aktivitas pemudik seperti stasiun, terminal, bandara dan pelabuhan. Selain itu rest area tol juga menjadi titik layanan terpadu penukaran uang oleh Bank Indonesia.

" Kali ini kawasan yang banyak aktivitas pemudik juga menjadi titik layanan kita. Terminal, stasiun, pelabuhan dan bandara. Juga rest area tol " lanjutnya.

Sementara untuk program layanan hari ini di Grand City Mall Surabaya, ada 3.000 paket yang sudah disiapkan. Namun layanan yang diberikan hanya untuk mereka yang telah mendaftar secara online lewat aplikasi pintar.

" Hari ini masyarakat yang akan hadir dan dilayani adalah masyarakat yang sudah mendaftar menggunakan aplikasi pintar. " ujar Erwin.

Dalam kesempatan tersebut Kakanwil Bank Indonesia Jawa Timur kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menukarkan uang di titik yang tidak resmi.Hal ini untuk menghindari berbagai resiko yang bisa diterima oleh masyarakat. Erwin juga menjelaskan bahwa penukaran uang lewat BI dan bank yang ditunjuk bersifat gratis.

" Dalam kesempatan yang baik ini saya juga kembali ingin mengulangi kepada masyarakat agar melakukan penukaran pada titik titik layanan yang resmi, jangan melakukan penukaran di titik titik layanan yang tidak resmi karena ada dua risikonya. Pertama ada kemungkinan kita memperoleh uang yang diragukan keasliannya karena kita tidak tahu apakah ada yang palsu yang diselip di tengah-tengah dan yang kedua yang paling penting pasti jumlah yang ingin ditukarkan itu tidak sama dengan uang yang ditukarkan, karena ada biaya sementara di sini loss fee dijamin keasliannya" papar Erwin Gutawa Hutapea Kakanwil BI JawaTimur.

Program layanan penukaran uang juga bisa dilakukan dengan menggunakan QRIS. Erwin Gutawa menyampaikan bahwa ini dilakukan sebagai upaya untuk digitalisasi keuangan terus tumbuh dan berkembang. Selain itu juga bisa meminimalkan resiko kejahatan atau kehilangan dari masyarakat.

"Kita ingin mendorong agar digitalisasi semakin meningkat sehingga ini bagian dari upaya Bank Indonesia untuk terus mendorong pertumbuhan digitalisasi dan ini juga bisa meningkatkan mitigasi risiko di masyarakat" pungkas Erwin Gutawa Hutapea.

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US