• Bisnis

Laba Perusahaan Tembus 2 Digit, SGN Dipercaya sebagai Motor Swasembada Gula

Wahyoe Boediwardhana | Jum'at, 09/02/2024 08:13 WIB
Laba Perusahaan Tembus 2 Digit, SGN Dipercaya sebagai Motor Swasembada Gula Seorang buruh tebang tengah memanen tebu milik pabrik gula Djatiroto di Kabupaten Lumajang, di musimgiling tahun 2023. SGN berhasil mencatatkan keuntungan perusahaan di atas 2 digit sepanjang tahun 2023. (Foto.Wahyoe Boediwardhana)

SITUSJATIM - PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak perusahaan PTPN III (Persero) Holding Perkebunan yang bergerak di bidang komoditas gula, mencatat laba positif 2 digit untuk kinerja tahun 2023.

Direktur SGN Aris Toharisman menyebutkan, EBITDA atau Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization atau disebut juga pendapatan sebelum bunga, pajak, dan amortisasi tembus di atas Rp1 T.

“Hasil ini jauh di atas capaian tahun 2022 lalu, ketika pabrik gula belum dikelola SGN. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh karyawan SGN. Namun kita semua harus tetap fokus dan jangan terlena. Tantangan 2024 lumayan besar,” ujar Aris Toharisman dalam keterangannya di Surabaya, Kamis (8/2/2024).

Aris menyebutkan, dampak El Nino terhadap penurunan protas tebu masih akan terus berlanjut. Ditambah lagi tantangan ketidak pastian harga gula domestik, impor gula yang mulai berdatangan, serta persaingan tebu giling semakin ketat, akan menjadi deretan tantangan yang harus dihadapi perusahaan di tahun 2024 ini.

“Upaya yang bisa dilakukan adalah menyesuaikan seperti keberhasilan kinerja 2023, yaitu kerja keras, sinergi dan team work seluruh awak SGN. Terutama dalam menjalankan strategi, tata kelola dan pencapaian program kerja korporasi,” terang Aris Toharisman.

Dikatakan, saat ini SGN terus berupaya melakukan koordinasi internal. Termasuk menyatukan budaya kerja, standarisasi renumerasi dan ke SDM-an. Pasalnya, terdapat variasi sistem dari 7 (tujuh) PTPN Gula yang bergabung ke SGN.

“Ini proses integrasinya memerlukan waktu, kalkulasi cermat dan akurat, agar perusahaan tetap bertumbuh berkelanjutan,” tukas Aris.

Untuk tahun 2024 ini, SGN mendapat banyak penugasan dari Pemerintah melalui PTPN Holding. SGN ditunjuk menjadi motor implementasi Perpres 40/2023 dalam mewujudkan swasembada gula dengan target perluasan area mencapai 179 ribu hektar, serta peningkatan produksi gula kristal putih (GKP) hingga 2,2 juta ton pada 2028.

“Saat ini SGN terlibat dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pangan, Energi dan Kehutanan di Merauke, sebagai bagian upaya pencapaian swasembada gula nasional. SGN bersama P3GI (Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia) telah memulai uji adaptasi varietas tebu unggul di sana sejak Desember 2023. Rencananya lebih dari 1 juta hektar lahan di Merauke akan dijadikan kebun tebu", jelas Aris Toharisman.

Selain itu, SGN bersama Pertamina kini tengah mengkaji pengembangan bioethanol untuk bahan bakar. Rencana pembangunan pabrik bioethanol di Glenmore Banyuwangi dan Jatiroto Lumajang sedang dalam pembahasan. Bioetanol didapatkan dari tetes tebu atau molasses yang merupakan produk samping pengolahan gula dan merupakan energi baru terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan.

Mulai tahun ini SGN juga akan mengelola 11 ribuan hektar lahan HGU (Hak Guna Usaha) eks PTPN XIV di Sulawesi. Lahan yang akan digarap bertahap ini untuk memperbaiki kinerja tebu di Bone, Camming dan Takalar, agar protas dan rendemen tebu harus meningkat.

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US