• Bisnis

Bukukan Kenaikan di 2023, TPS Tahun Ini Target Bongkar Muat 1,4 Juta TEUs

Wahyoe Boediwardhana | Selasa, 23/01/2024 16:28 WIB
Bukukan Kenaikan di 2023, TPS Tahun Ini Target Bongkar Muat 1,4 Juta TEUs Aktivitas bongkar muat petikemas di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) sepanjang 2023 mengalami kenaikan 6,11 persen dibanding tahun sebelumnya. Anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) ini menargetkan di tahun 2024 akan melayani 1,4 juta TEUs petikemas yang melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (Foto.Istimewa)

SITUSJATIM - Setelah membukukan kenaikan arus petikemas hingga 6,11 persen di sepanjang tahun 2023, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), optimis target arus bongkar muat peti kemas di tahun 2024 ini akan tembus hingga 1,4 juta twenty-foot equivalent unit (TEUs).

Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo mengatakan, di 2023 lalu ada delapan servis baru yang dilayani melalui TPS. Delapan servis baru ini yang berkontribusi besar dalam meningkatkan arus peti kemas TPS sepanjang tahun 2023.

Sepanjang tahun 2023, TPS berhasil mencatat kenaikan arus Petikemas sebesar 1.449.641 TEUs atau naik 6,11 persen dibanding tahun sebelum 2022. Capaian ini didapat dari kontribusi peti kemas internasional sebesar 1.375.927 TEUs, sementara kontribusi peti kemas domestik sebesar 73.713 TEUs.

“Alhamdulillah, di awal tahun 2024, kami sudah menerima beberapa joining service melalui TPS, ini menjadi awal yang baik untuk merealisasikan target 2024”, ungkap Wahyu Widodo, dalam keterangannya di Surabaya, Selasa (23/1/2024).

Selain itu, peningkatan juga dicapai pada kinerja bongkar muat, yakni di angka 58 box per ship per hour.

“Ini jauh di atas kinerja bongkar muat yang ditetapkan oleh Kementrian Perhubungan melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak di Surabaya, yaitu 48 box per ship per hour,” tukas Wahyu Widodo.

Mengawali tahun 2024, TPS melayani sandar perdana kapal milik pelayaran Hapag-Lloyd, MV. Jakarta Express pada pekan pertama Januari 2024. Kapal dengan panjang 260 meter dan berkapasitas 4.672 TEUs dengan tujuan Singapura ini, melakukan bongkar muat pertamanya di Surabaya.

Tidak hanya itu, pada bulan Januari 2024, TPS juga menerima tiga kapal yang masing-masing dioperatori secara regular oleh RCL pada CS2/RCI service dengan kapal MV. Whutthi Bhum, kemudian OOCL dengan MV. Xin Yan Tai pada China 1/CIP 1 service dan Cosco yang mengoperatori MV Xin Qing Dao pada KCS/NIS 1 service. Join service tersebut dilakukan bersama dengan CNC (CMA CGM Group) untuk tujuan Philippine, China, transshipment Hong Kong, Singapore dan Malaysia.

Berbagai upaya menurut Wahyu Widodo terus dilakukan TPS untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Di tahun 2023, pihaknya terus melakukan upaya transformasi dalam meningkatkan layanan bongkar muat melalui berbagai faktor pendukung, diantaranya perbaikan struktur akses jembatan, peninggian area penumpukan pada blok UV dan karantina, hingga pemutakhiran sistem digitalisasi yang terus dikembangkan untuk memberi kemudahan pelanggan.

Menurut Wahyu, TPS juga mengembangkan sistem pemutakhiran TI yang mendukung perkembangan pelabuhan ke arah digital port terminal, mulai dari container damage report (CDR) online, hingga custom behandle management system atau pengembangan sistem aplikasi untuk percepatan proses inspeksi Bea dan Cukai, dengan menghilangkan sistem berlangganan TKBM yang diubah ke dalam sistem antrian. Serta upaya lain yaitu gate automation.

Di sisi lain sebagai upaya mewujudkan ‘sustainable port, yang merupakan konsep pengelolaan dan pengembangan pelabuhan dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan, masyarakat, dan ekonomi secara seimbang, TPS mewujudkannya dengan cara membudidayakan tanaman mangrove. Dimana pada 2023, TPS telah melakukan panen 10.200 bibit mangrove, dan awal tahun 2024 ini sebanyak empat ribu bibit mangrove telah siap panen.

Program penanaman seribu pohon di lingkungan TPS ini diperoleh dari kerjasama dengan perusahaan pengelola limbah, melalui penukaran pengelolaan limbah B3 dengan bibit pohon mangrove, dengan kata lain TPS mampu mengkonversi limbah B3 menjadi O2.

Program penghematan BBM pada beberapa alat bongkar muat, mulai dari optimalisasi hot seat change, optimalisasi penggunaan ITV, optimalisasi perencanaan operasional, termasuk inovasi pemasangan inverter pada rubber tire gantry (RTG) crane dan internal transfer vehicle (ITV), juga terus dilakukan.

Pada pertengahan tahun 2023 lalu, TPS juga mulai melakukan elektrifikasi alat pada RTG, dimana progress saat ini masih dalam tahap pembuatan jalur kabel listrik, sehingga ditargetkan elektrifikasi 30 unit RTG di TPS selesai di tahun 2025.

Untuk rencana kerja tahun 2024 ini menurut Wahyu Widodo, TPS akan melakukan integrasi system informasi TOS (Terminal Operation System) Nusantara, yang terkoneksi dengan seluruh terminal petikemas di Indonesia yang dikelola oleh Pelindo. Sementara dari segi fasilitas, akan dilakukan pengerukan dermaga internasional sebagai program rutin tahunan.

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US