• Gaya Hidup

Luka Alam, Luka Puisi

Pamudji Slamet | Sabtu, 21/10/2023 16:54 WIB
Luka Alam, Luka Puisi Ilustrasi

Problematika lingkungan/">lingkungan bisa dipotret lewat apa saja, termasuk melalui puisi/">puisi. Di dalamnya ada narasi satire, ada luka, dan amarah. Berikut puisi/">puisi tentang lingkungan/">lingkungan, selamat menikmati:

 

Sepucuk Pesan Dari Alam Raya

Puisi Pamudji SL

Sepucuk pesan menyelinap di meja kerjaku: temui aku di puncak malam.Pesan itu juga bilang, datanglah pada malam terkelam, bawalah selembar kejujuran, dan setangkai penyesalan

Dan di puncak malam, kami pun bertemu, apakabar, aku alam raya, yang selinapkan pesan di meja kerjamu

Izinkan aku bertanya, kenapa kau porak porakndakan hutanku, untuk apa kau luluh lantakkan bumiku, kau nodai udaraku, kau pekatkan airku, kau legamkan langitku, kau hancurkan hatiku. Untuk apa?!

Aku membisu, lidahku kelu, suaraku membeku, jiwaku membatu

Wahai alam raya, tentu kau sudah tahu jawaban akan tanyamu

Kuporak-porandakan hutanmu karena kuingin membentang ruang demi angka-angka tak terbilang, yang menghimpit hati nan sempit

Kululuhlantakkan bumimu saat jiwaku tersesat oleh gejolak yang terus menggeliat, oleh hasrat yang lama mengendap

Kunodai udaramu, kuhitamkan airmu, kulegamkan langitmu karena  kudimabuk kebodohan, dibuai kerakusan, dipeluk ketamakan

Dan kuhancurkan hatimu karena kuingin berkuasa atasmu, merengkuhmu, menjeratmu, bahkan membelenggumu

Itu lah selembar kejujuran, yang kubawa seperti isi pesanmu. tapi maaf, tak kubawa setangkai penyesalan seperti pintamu

Cahaya malam padam, detak waktu pun pudar

Alam Raya membisu, lidahnya kelu, suaranya beku, jiwanya membatu.

----

Sampaikan Salamku

Puisi Pamudji SL

Sampaikan salamku kepada bumi, tolong katakan, tetaplah bertahan atas semua yang tak tertahan, tetaplah tertawa atas semua luka, tak perlu sedih walau berulangkali dikhianati

Sampaikan salamku kepada samudera, tolong katakan, tetaplah tenang meski kerap dikecewakan, namun jika teramat menyakitkan, maka tenggelamkan saja segala apa yang membuatmu murka

Sampaikan salamku kepada hutan, tolong katakan, tetaplah tegar kala ketamakan datang menghujam, kala kerakusan menjelma dogma, dan kala harga diri mendadak pucat pasi

Jika berkenan, sampaikan pula salamku kepada alam, tolong katakan, kuingin bicara empat mata, kuingin ikatkan luka yang sama, ingin teteskan air mata yang sama, juga ingin buncahkan amarah yang sama

Sampaikan salamku, salam perlawanan atas semua penghancuran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keywords :

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US