Ilustrasi
Problematika lingkungan/">lingkungan bisa dipotret lewat apa saja, termasuk melalui puisi/">puisi. Di dalamnya ada narasi satire, ada luka, dan amarah. Berikut puisi/">puisi tentang lingkungan/">lingkungan, selamat menikmati:
Sepucuk Pesan Dari Alam Raya
Puisi Pamudji SL
Sepucuk pesan menyelinap di meja kerjaku: temui aku di puncak malam.Pesan itu juga bilang, datanglah pada malam terkelam, bawalah selembar kejujuran, dan setangkai penyesalan
Dan di puncak malam, kami pun bertemu, apakabar, aku alam raya, yang selinapkan pesan di meja kerjamu
Izinkan aku bertanya, kenapa kau porak porakndakan hutanku, untuk apa kau luluh lantakkan bumiku, kau nodai udaraku, kau pekatkan airku, kau legamkan langitku, kau hancurkan hatiku. Untuk apa?!
Aku membisu, lidahku kelu, suaraku membeku, jiwaku membatu
Wahai alam raya, tentu kau sudah tahu jawaban akan tanyamu
Kuporak-porandakan hutanmu karena kuingin membentang ruang demi angka-angka tak terbilang, yang menghimpit hati nan sempit
Kululuhlantakkan bumimu saat jiwaku tersesat oleh gejolak yang terus menggeliat, oleh hasrat yang lama mengendap
Kunodai udaramu, kuhitamkan airmu, kulegamkan langitmu karena kudimabuk kebodohan, dibuai kerakusan, dipeluk ketamakan
Dan kuhancurkan hatimu karena kuingin berkuasa atasmu, merengkuhmu, menjeratmu, bahkan membelenggumu
Itu lah selembar kejujuran, yang kubawa seperti isi pesanmu. tapi maaf, tak kubawa setangkai penyesalan seperti pintamu
Cahaya malam padam, detak waktu pun pudar
Alam Raya membisu, lidahnya kelu, suaranya beku, jiwanya membatu.
----
Sampaikan Salamku
Puisi Pamudji SL
Sampaikan salamku kepada bumi, tolong katakan, tetaplah bertahan atas semua yang tak tertahan, tetaplah tertawa atas semua luka, tak perlu sedih walau berulangkali dikhianati
Sampaikan salamku kepada samudera, tolong katakan, tetaplah tenang meski kerap dikecewakan, namun jika teramat menyakitkan, maka tenggelamkan saja segala apa yang membuatmu murka
Sampaikan salamku kepada hutan, tolong katakan, tetaplah tegar kala ketamakan datang menghujam, kala kerakusan menjelma dogma, dan kala harga diri mendadak pucat pasi
Jika berkenan, sampaikan pula salamku kepada alam, tolong katakan, kuingin bicara empat mata, kuingin ikatkan luka yang sama, ingin teteskan air mata yang sama, juga ingin buncahkan amarah yang sama
Sampaikan salamku, salam perlawanan atas semua penghancuran