• Nasional

Gek Resya, Penyandang Disabilitas Fisik Yang Memukau Di Forum Pertemuan Disabilitas ASEAN">

Hermawan Priyono | Selasa, 10/10/2023 12:58 WIB
Gek Resya, Penyandang Disabilitas Fisik Yang Memukau Di Forum Pertemuan Disabilitas ASEAN"><scr Gek Resya dan Sang Guru Kadek Astini usai tampil dalam Opening Ceremoni AHLF di Makasar ( Foto : Hermawan )

SITUSJATIM - Gusti Ayu Resya Iswarya atau akrab dipanggil Gek Resya adalah potret anak yang sangat luar biasa. Meski masih berusia 10 th dan menyandang disabilitas fisik namun mampu berprestasi menjadi penari Bali yang handal.

Gek Resya bersama guru dan teman sanggarnya menjadi bintang dalam opening ceremony The ASEAN High Level Forum ( AHLF ) on Enabling Disability - Inclusive Development and Partnership beyond 2025 yang berlangsung di Kota Makasar.

Tepuk tangan bergemuruh usai Gek Resya bersama Sang Guru Kadek Astini dan anak anak Sanggar Pradnya Swari Jembrana Bali tampil dihadapan tamu dari negara ASEAN.

" Gek Resya sudah tampil beberapa kali dalam ajang internasional bahkan saat pertemuan disabilitas Asia -Pasifik dia juga menari " ujar Sang Guru Kadek Astini.

Proses untuk menjadi penari dengan menyandang disabilitas fisik tentu bukan hal mudah. Kadek Astini menuturkan bahwa diawal tentu tidak langsung bergabung. Butuh waktu untuk penyesuaian.

" Jadi diawal tentu tidak langsung latihan bersama. Apalagi di sanggar kami banyak juga yang normal. Tapi setelah sekian bulan baru mereka kita tampilkan untuk berlatih bersama dan yg normalpun bisa menerima " lanjut Kadek Astini.

Sanggar Tari Pradnya Swari meski menjadi sanggar tari biasa namun banyak penyandang disabilitas yang ikut serta. Mereka tidak hanya terbatas pada disabilitas fisik tapi juga tuna netra yang ikut bermain musik.

Kadek Astini menuturkan bahwa dirinya bukanlah guru disabilitas, namun belajar untuk berbagi ilmu menari dan musik dengan bahasa tubuh dan kesabaran yang bisa memoles bakat para penyandang disabilitas untuk tampil luar biasa.

" Saya bukan guru bahasa isyarat. Bahkan saya tidak paham karenanya saya menggunakan bahasa tubuh untuk mengajari mereka " ungkap Kadek Astini.

Sementara itu bagi Gusti Ayu Resya Iswarya, Kadek Astini sudah dianggap orang tuanya. Gek Resya mengaku senang mengenalnya dan bisa sukses menjadi penari karena sentuhan dingin tangan Kadek Astini

" Jadi diawal saya antar kakak berlatih menari, tapi saya diajak berlatih juga. Saya senang karena mereka sangat baik " ujar Gek Resya menceritakan kisah awal menjadi penari Bali meski menyandang disabilitas fisik.

Keduanya sangat akrab dan saling mendukung. Kadek Astini berharap Gek Resya terus semangat untuk berlatih dan diharapkan bisa mendunia dan bisa menginspirasi para penyandang disabilitas tidak putus asa dan berprestasi.

" Saya ingin Gek Resya terus berlatih dan semangat. Semoga kelak bisa menjadi besar dan menginspirasi disabilitas untuk tetap semangat dan mengembangkan diri. Jangan takut untuk berprestasi " pungkas Kadek Astini.

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US