Surya Paloh bersama Anies Baswedan saat tiba di Hotel Majapahit ketika acara deklarasi Capres-Cawapres berlangsung di Surabaya. (Foto. Wahyoe Boediwardhana)
SITUSJATIM - Tangan dingin dan komunikasi yang mumpuni Surya Paloh menjadi kunci utama ‘Perjodohan Politik’ Anies Baswedan dengan Muhaimin Iskandar. Tak pernah terbayangkan bahwa mereka akhirnya menyatu dalam sebuah deklarasi di Hotel Majapahit Surabaya.
Saat menyampaikan pidato politiknya, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengisahkan pertemuannya dengan Surya Paloh yang menjabat Ketua Umum Partai Nasdem.
Diungkapkan Anies, bahwa tak banyak waktu yang diberikan oleh Surya Paloh untuk dirinya saat dipinang sebagai Capres oleh Partai Nasdem.
"Gus Imin, ketika saya bertemu dengan Pak Surya Paloh kira-kira ya begitu, sekarang atau tidak. Tanggalnya 2 Oktober, kira kira jam.4 sore. Saya lagi di jalan tol Bekasi, habis hadir resepsi ditelepon Kaka Billy dan diminta ddatang ke DPP. Saya kira ngajak ngopi. Sampai di DPP sudah lengkap pengurus dan wajahnya tampak berbeda semua. Ternyata apa yang terjadi. Saat masuk ruangan kita ngobrol berdua dan Bang Surya bilang kita akan deklarasikan besok, apa anda siap," ujar Anies menceritakan secara runut proses tawaran cawapres pada dirinya.
Sejenak Anies terdiam dan semua yang berada di dalam Hotel Majapahit seperti terhipnotis dengan kisah Anies Baswedan.
"Bang, niat baik, Bismillah, Tawakal Alallah berangkat kita," ujar Anies yang disambut riuh tepuk tangan dan sorak sorai undangan yang hadir di acara deklarasi tersebut.
Anies menambahkan, bahwa apa yang dilakukan oleh Surya Paloh menjadikannya capres bukan semata-mata ambisi pribadi seorang Surya Paloh, melainkan untuk kepentingan bangsa.
"Bang Surya mengerjakan ini semua bukan untuk dirinya, bukan untuk partainya, bukan untuk keluarganya. Namun semua dikerjakan untuk bangsa yang ia cintai. Untuk negerinya yang ia cintai. Ini adalah cita-cita mulia, karena itu saya rasa yang hadir dan berkumpul di sini pegang betul nilai ini, bahwa ini dimulai dengan niat ikhlas, dimulai dengan tujuan mulia dan dengan cara yang benar, dan insyallah dibukakan takdirnya untuk keberhasilan," lanjut Anies.
Tak berbeda jauh dari kisah Anies. Muhaimin pun dibuat tak berkutik saat dipinang secara langsung oleh Surya Paloh. Bahkan Anies Baswedan sempat melemparkan joke saat Muhaimin berkisah tentang perjalanan politiknya hingga menjadi cawapres Anies.
"Gus Imin, you are the second victim," ujar Anies yang disambut gelak tawa semua yang hadir.
Muhaimin berkisah, bahwa proses yang terjadi berlangsung sangat cepat dan lancar. Dirinya mengaku bertemu dengan Surya Paloh dalam waktu singkat. Diakuinya, bahwa ia sudah sangat lama tak bersua dengan pendiri Partai Nasdem tersebut.
"Adinda, kita perlu bicara blak-blakan. Saya tahu anda dan anda tahu saya. Saya tidak suka siasat dan muslihat," ujar Gus Imin, seraya menirukan ucapan Surya Paloh saat bertemu dirinya.
Gus Imin pun kelabakan dan sempat kesulitan menjawab tatkala pinangan sebagai cawapres meluncur dari mulut Surya Paloh.
"Saya agak kesulitan karena diminta menjawab detik itu juga. Batin saya beda dong. Bang Surya paling senior di Nasdem. La di saya, masih ada senior lagi, diatasnya ada lagi. Masih banyak seniornya para kyai, ulama dan masyayik," lanjut Gus Imin.
Gus imin pun akhirnya tak mampu menolak ajakan Surya Paloh untuk bergandengan dengan Anies Baswedan di pilpres 2024 mendatang.
"Dalam waktu 3 hari, semua pengurus bergerak menemui para kyai dan ulama dan alhmdulillah, dalam waktu singkat mendapatkan jawaban dari semua ulama dan semua unsur partai dan memberikan dukungan dan restu untuk Mas Anies dan saya maju pilpres mendatang," tutur Gus Imin.
Sebagai orang yang menjodohkan keduanya, Surya Paloh yakin bahwa Anies dan Muhaimin mampu untuk saling mengisi dan melengkapi, untuk meraih kemenangan dalam pilpres mendatang.
"Akhirnya, sebuah suratan takdir. Dari satu episode perjalanan yang dilalui. Dari berbagai tantangan dan rintangan yang dilalui. Dan bukan berarti tantangan tersebut berhenti saat ini. Bersiap menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan. Itulah yang menempatkan hati Partai Nasdem memilih Bung Muhaimin untuk mendampingi Bung Anies dalam pilpres mendatang. Keduanya lengkap dan insyallah menang," pungkas Surya Paloh menutup orasinya di Hotl Majapahit.