Gubernur Jawa Timur minta agar sektor olahraga mampu menjadi pengerek sektor ekonomi, khususnya UMKM suatu daerah, khususnya dalam perhelatan Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) VIII Jawa Timur Tahun 2023. (Foto. Istimewa)
SITUSJATIM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara khusus mengunjungi Kampung Batik Tulis Jetis yang sangat Legendaris di Dusun Jetis, Kelurahan Lemahputro, Kabupaten Sidoarjo. Kunjungan gubernur wanita pertama Jawa Timur ini sekaligus untuk melihat dampak ekonomi yang diharapkan muncul dari digelarnya Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) VIII Jawa Timur tahun 2023.
Dalam kunjungan khusus tersebut, Khofifah berharap agar sektor olahraga dan sektor ekonomi tetap saling melapisi dan menguatkan satu sama lain. Terlebih dengan akan digelarnya perhelatan Porprov Jatim VIII Tahun 2023 di empat kota/kabupaten di Jawa Timur. Masing-masing di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto.
"Porprov ini tidak sekadar menjadi pesta olahraga. Jadi keberadaan kawasan wisata daerah seperti Kampung Batik Jetis di Sidoarjo ini, akan menjadi bagian memperkuat ekosistem ekonomi yang sangat strategis untuk memperkenalkan produk-produk UMKM. Setidaknya untuk oleh-oleh mereka yang tengah berkunjung ke Sidoarjo," terang Khofifah.
Di dampingi Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, Gubernur Khofifah terlebih dahulu mendatangi salah satu toko. Di sana, Ia melihat langsung berbagai jenis batik tulis yang dipamerkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
"Sentra Batik Jetis ini cukup tua yakni sejak tahun 1953. Tadi saya lihat juga sangat terjangkau harganya. Untuk kualitas batik yang lebih halus tulisnya juga ada di sini," kata Khofifah.
Menurutnya, produk-produk UMKM yang berkualitas menjadi penting untuk disampaikan kepada seluruh peserta Porprov. Sebab, ia khawatir tidak semua peserta, atlet, maupun pengunjung Porprov VIII mengetahui adanya Sentra Batik Jetis yang memiliki koleksi produk dengan harga terjangkau, serta kualitas yang baik di Sidoarjo.
"Hal penting yang saya tekankan adalah supaya mereka mengenal Sidoarjo lebih dekat, lebih luas, dan lebih dalam. Ini tidak hanya di Sidoarjo saja. Di daerah lain pun demikian," tegasnya.
Lebih lanjut, menurut Khofifah, dampak kehadiran industri Batik Jetis tidak hanya menumbuhkan roda perekonomian, melainkan juga mempererat hubungan dan komunikasi antar warga, serta meningkatkan kesejahteraan para pengrajin Batik Jetis.
"Mari kita ikut mempromosikan keberadaan Kampung Batik Jetis ini ke seluruh masyarakat luas. Utamanya di momen akbar Porprov Jatim VIII Tahun 2023," pungkasnya.
Desa Jetis diresmikan menjadi sektor pariwisata Kampung Batik Jetis oleh Bupati Win hendrarso pada tahun 2008. Harga koleksi kain batik di sini berkisar antara Rp 150 ribu hingga jutaan rupiah per lembar, bergantung dari jenis kain dan kualitas produk. Batik yang masih eksis hingga sekarang yaitu Batik Kamsatun, Batik Amri, Batik Daun, Batik Adam, Batik Namiroh, Batik Yassaroh, Batik Maduratna, dan masih banyak lagi lainnya.