Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Deklarasi Capres-Cawapres

Wahyoe Boediwardhana | Sabtu, 02/09/2023 17:27 WIB
Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Deklarasi Capres-Cawapres Anies-Muhaimin usai deklarasi naik ke menara tempat bersejarah arek-arek Suroboyo dalam peristiwa perobekan bendera Belanda menjadi bendera Merah Putih

SITUSJATIM - Pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar resmi dideklarsikan di Hotel Majapahit Surabaya untuk maju pilpres 2024 mendatang. Pasangan yang diusung oleh Partai Nasdem (Nasdem) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini dalam deklarsi yang dihadiri oleh ribuan pendukung dan kader partai menyuarakan perubahan untuk Indonesia.

Surya Paloh Ketua Umum Nasdem mengawali pidato politiknya menyampaikan, bahwa pilihan kepada Muhaimin bukan dilakukan  dalam waktu singkat. Pihaknya telah lama mengamati dan mengikuti perkembangan politik Ketua Umum PKB tersebut. Surya Paloh juga menyampaikan bahwa ia telah sangat mengenal Muhaimin dan dinilai cocok untuk berpasangan dengan Anies Baswedan dalam pilpres mendatang.

"Saya mengenal lama saudara Muhaimin dan saya nilai cocok berpasangan dengan saudara Anies. Yang satu akademisi sementara satunya organisatoris ulung," ujar Surya Paloh.

Pemilik Media Grup ini juga menegaskan, bahwa deklarasi pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar mengakhiri politik cebong dan kampret. Politik yang dinilai Surya Paloh sebagai politik memecah belah dan mengancam persatuan Indonesia.

"Dengan deklarasi ini kita akhiri politik cebong dan kampret. Politik devide et empera yang memecah belah bangsa. Saatnya kita wujudkan politik kebhinekaan untuk kemajuan Indonesia," lanjutnya.

Muhaimin Iskandar yang juga berkesempatan menyampaikan pandangan politiknya mengutarakan bahwa deklarasi tersebut menjadi perjalanan panjang dari PKB. Diakui oleh Muhaimin bahwa dirinya dan Anies Baswedan sudah lama saling ‘melirik’ namun belum berkesempatan bersama. Proses yang cepat selama tiga hari terakhir setelah dirinya bertemu Surya Paloh menurut Muhaimin mewujudkan impiannnya bersama Anies untuk maju dalam pilpres.

"Saat bertemu Pak Surya Paloh saya diajak berjabat tangan. Dan proses politik terus berjalan. Selama tiga hari teman teman PKB mendatangi para kyai dan ulama, dan alhmdulililah semua mendukung langkah PKB untuk bersama dengan mas Anies dan Nasdem menuju pilpres mendatang," ungkap Muhaimin.

Demikian juga Anies Baswedan saat menyampaikan pidato politiknya sebagai capres. Tidak ada masalah baginya bersama dengan Muhaimin Iskandar yang sudah dikenalnya ketika mengenyam pendidikan di UGM Yogyakarta. Anies meyampaikan bahwa kelak jalan yang akan dilalui menuju puncak akan terjal dan melelahkan. Kalau landai menurut Anies bukan perjalanan menuju puncak. Namun Anies yakin bahwa bersama Muhaimin dirinya akan mampu melewatinya dan optimis menang di pilprea 2024 mendatang.

"Saya mengenal beliau sejak di UGM. Beliau Fisipol dan saya ekonomi. Saya yakin bahwa bersama beliau bisa memenangkan pilpres untuk perubahan Indonesia yang lebih baik. Jalan menuju puncak akan terjal dan melelahkan tapi yakinlah bahwa semua bisa kita capai," tutur Anies Baswedan.

Deklarasi Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai capres dan cawapres tidak dihadiri salah satu partai pendukungnya PKS yang sudah menyatakan keluar dari Koalisi Perubahan yang dibangun bersama Nasdem dan Demokrat.

Sementara itu saat berlangsung deklarasi, terdapat sekelompok musisi jalanan pendukung Ganjar Pranowo melakukan konser musik yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari hotel lokasi deklarasi Anies-Muhaimin. Meski tidak menimbulkan gesekan, namun sempat beberapa barisan muda pendukung Anies-Muhaimin terlihat agak terpancing dengan aksi yang dianggap sebagai provokasi tersebut.

Di akhir deklarasi, Anies-Muhaimin menyempatkan diri naik ke menara hotel, tempat insiden perobekan bendera Belanda menjadi bendera Merah Putih pada September 1945 silam.  

Partai Nasdem yang memperoleh 10,26 persen kursi di DPR, sudah mampu memajukan pasangan Bersama PKB yang memiliki 10 persen. Keduanya sudah berhasil lolos presidential threshold. Pasangan calon presiden dan wakil presiden hanya dapat diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik, yang memperoleh sekurang-kurangnya 15 persen jumlah kursi DPR atau 20 persen dari perolehan suara sah nasional dalam pemilu anggota DPR. (Hermawan Priyono)

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US