Meski menghindar dari kejaran media saat ditanya kesiapannya maju menjadi cawapres salah satu kontestan di Pilpres 2024, Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur menyebut demokrasi adalah sebuah keniscayaan dalam berproses dan bernegara. (Foto. Hermawan Priyono)
SITUSJATIM - Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur angkat bicara terkait rencana deklarasi Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar sebagai capres dan cawapres di pilpres 2024 mendatang.
Menurut Khofifah, saat ini telah masuk agenda nasional. Karena bulan Oktober mulai pendaftaran Pilpres, sehingga masing masing capres telah menetapkan pilihan sebagai cawapresnya.
"Ya ini telah masuk agenda nasional. Oktober pendaftaran dan November sudah ditutup. Sehingga kalau sebelumnya sudah ada capres, sekarang sudah berpasangan dengan cawapresnya," ujar Ketua PP Muslimat NU tersebut di sela acara launching maskot Porprov VIII di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (2/9/2023).
Terkait dengan pasangan Anies dan Muhaimin, Khofifah menyampaikan pandangan politiknya, bahwa demokrasi adalah sebuah keniscayaan bagi sebuah negara yang memang membangun pilar pilar demokrasi sebagai pilar dalam berproses dan bernegara.
"Demokrasi adalah sebuah keniscayaan bagi sebuah negara," ujar Khofifah.
Disinggung tentang dirinya apakah akan maju atau akan berpasangan dengan capres lainnya, Khofifah hanya menjawab "wis" (sudah, red) sembari berlalu meninggalkan para awak media.
Pasangan Anies Baswesan - Muhaimin Iskandar yang diusung oleh Koalisi Nasdem, PKS dan PKB akan dideklarsikan siang ini di Hotel Majapahit Surabaya. Pasangan ini mengambil akronim AMIN sesuai dengan nama calon pasangan. (Hermawan Priyono)