• Jawa Timur

BHS Desak Perbaikan Early Warning System di Lintasan Sebidang Sumokali

Pamudji Slamet | Minggu, 16/04/2023 18:45 WIB
BHS Desak Perbaikan Early Warning System di Lintasan Sebidang Sumokali Bambang Haryo Soekartono

SIDOARJO - Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendesak Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk memperbaiki alat peringatan dini atau early warning system di lintasan sebidang di Desa Sumokali, Kecamatan Candi. Dari evaluasi di lokasi diketahui bahwa alat tersebut telah mati selama satu tahun.

Bambang memiliki alasan kuat untuk mendesak perbaikan alat tersebut. Yakni, keterangan warga bahwa telah terjadi tujuh insiden kecelakaan di lokasi tersebut.

Insiden terbaru di lintasan kereta api tanpa palang pintu itu dialami oleh Giniati, warga Mega Asri Desa Tenggulunan Kecamatan Candi Sidoarjo, yang meninggal dunia akibat tertabrak Kereta Api (KA) komuter Jenggala.

Menyikapi hal tersebut, Bersama Tim BHS Peduli, Bambang mendatangi lokasi kecelakaan. Ketua Ketua Harian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Timur itu melihat langsung tempat kejadian, sekaligus melakukan evaluasi. Dari hasil evaluasi diketahui bahwa alat peringatan dini (early warning system) di perlintasan telah mati selama satu tahun.

"Sehingga saya langsung menghubungi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo mohon supaya bisa dihidupkan kembali untuk keselamatan warga yang melewati lintasan sebidang tersebut, " kata Bambang seperti dikutip dari akun Instagram pribadinya, Sabtu (16/4/2023). Bambang telah mengizinkan keterangan di akun medsos tersebut untuk dikutip.

Dia menambahkan, dirinya siap membantu jika Pemkab Sidoarjo kesulitan melakukan perbaikan.

Di samping itu, Bambang juga akan membuat sistem penyelamatan serta menyiapkan anggarannya. Dia menganggarkan dana Rp500 ribu per bulan untuk biaya penjagaan lintasan kereta. Penjagaan dilakukan selama dua jam per hari, tepatnya pada jam kereta melintas.

"Kereta hanya lewat di lintasan sebidang tersebut satu kali dalam sehari," ujar Bambang.

Terkait hal itu, Bambang juga akan membuat papan jadwal pergerakan kereta. Papan jadwal ini dibuat untuk membantu pengguna lintasan mengetahui jam kereta melintas.

Sementara itu, kendati telah beberapa kali terjadi kecelakaan, menurut Bambang, lokasi perlintasan tidak perlu ditutup. Sebab, banyak warga atau masyarakat yang menggunakan lintasan sebidang tersebut.

"Apalagi, jumlah trip kereta yang lewat di lintasan tersebut sangat minim dalam satu harinya, " kata Bambang.

 

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US