TPU Samaan, Kota Malang.
Malang - Sekitar 23 pemuda di wilayah Kelurahan Samaan, Kota Malang dikumpulkan oleh aparat setempat pada Minggu, (2/4). Mereka dibina karena aksi meresahkan masyarakat dengan aksi prank pocong di TPU Samaan sehari sebelumnya, Sabtu, (1/4).
Seorang driver ojek online, Indra Triwantono (40) warga Klojen, Kota Malang menjadi salah satu korban aksi prank ini. Saat itu dia melintas TPU Samaan sekaligus mencari penumpang. Namun, begitu terkejutnya saat dia melintas tiba-tiba muncul pocong jadi-jadian.
Dia yang kaget sempat oleng dari motor yang dikendarainya. Beruntung dia tidak sampai terjatuh. Merasa tidak nyaman dia berhenti dan mendatangi sekelompok anak muda ini. Tetapi puluhan anak muda ini lari sambil meneriakan sejumlah kalimat umpatan padanya.
“Waktu saya datangi ternyata yang di dalam area makam itu ada banyak anak anak kecil. Jumlahnya pastinya kurang tahu, karena saat saya datangi langsung kabur semua tapi kayak sambil ngoceh nantang,” ujar Indra. dilansir beritajatim
Sementara Lurah Samaan, Anang Setiawan yang mendapat laporan ini langsung memanggil 23 anak yang ditengarai terlibat dalam aksi prank pocong ini. 23 anak ini dipanggil beserta orangtuanya untuk pembinaan. Polisi dan tokoh masyarakat sekitar menjadi saksi pembinaan ini.
23 anak ini pun meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan prank pocong di TPU Samaan.
“Kami memfasilitasi dan tindaklanjuti informasi (prank pocong) yang meresahkan pengguna jalan di wilayah Samaan. Penekannya tolong jangan diulangi lagi. Sudah ada permohonan maaf dari anak anak. Intinya sudah ada penyelesaian dari kami, dengan bapak ibu anak anak terkait prank itu agar diedukasi dan mereka akan menjaga agar tidak melakukan lagi,” tandas Anang.