• Jawa Timur

Menunggu Kepastian Kemendag, Revitalisasi Pasar Rakyat di Surabaya Masih Buram

Wahyoe Boediwardhana | Kamis, 09/02/2023 12:57 WIB
Menunggu Kepastian Kemendag, Revitalisasi Pasar Rakyat di Surabaya Masih Buram Suasana jual beli di Pasar Wonokromo, Surabaya. PDPS berencana merevitalisasi sejumlah pasar rakyat. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

Jawa TimurRevitalisasi sejumlah pasar rakyat di Surabaya belum juga berjalan. Sebab, Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) masih menunggu kepastian program pembenahan pasar dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Sebagai solusi-nya, pemkot akan menambah penyertaan modal ke PDPS.

Tahun lalu PDPS mengajukan perbaikan delapan pasar tradisional ke Kemendag. Delapan pasar itu, antara lain, Pasar Keputran Utara, Pasar Pabean, Pasar Kembang, Pasar Pucang Anom, dan Pasar Kendangsari. Selain itu, Pasar Dukuh Kupang, Pasar Wonokitri, serta Pasar Genteng. Namun, hingga awal tahun ini, belum ada keputusan.

Dirut PDPS Agus Priyo menyatakan, Kemendag belum memilih pasar yang akan dibangun. Pihaknya masih menanti kepastian. ’’Belum ada informasi lagi sampai sekarang,’’ ucapnya kemarin (8/2). dilansir jawapos

Program revitalisasi pasar tradisional masih bisa berjalan asalkan PDPS bisa mencari alternatif pendanaan lain. Salah satunya, dari penyertaan modal Pemkot Surabaya. Pada pembahasan APBD tahun lalu, PDPS mendapatkan penyertaan modal Rp 9 miliar.

Namun, dana penyertaan modal itu tidak hanya digunakan untuk pemba-ngunan pasar. Fungsinya meningkatkan pelayanan PDPS. Menurut Agus, investasi dari pemkot tersebut bisa dipakai untuk revitalisasi pasar jika nilainya ditambah. ’’Sehingga tidak perlu menunggu dari Kemendag,’’ ujarnya.

Beberapa waktu yang lalu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta penyer-taan modal ke PDPS ditambah. Dari Rp 9 miliar menjadi Rp 30 miliar–Rp 40 miliar. Tambahan anggaran itu digunakan untuk perbaikan pasar.

Terpisah, Kabag Pereko-nomian dan Sumber Daya Alam Pemkot Dewi Wahyu Wardani menyatakan, penambahan penyertaan modal sudah ditetapkan. Nilainya sesuai permintaan dari wali kota. Namun, tambahan dana itu tidak bisa diberikan sekaligus. ’’Ada dua tahap. Pertama, nilainya Rp 9.929.481.387. Berikutnya penambahan sebesar Rp 40 miliar,’’ kata Dewi.

Dia menambahkan, pe-nyertaan modal dengan total hampir Rp 50 miliar itu digunakan untuk memper-baiki infrastruktur pasar. Revitalisasi menjadi program prioritas. ’’Kami berharap iklim perekonomian di pasar bisa meningkat. Semakin bergairah dan minat warga ke pasar semakin besar,’’ katanya.

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US