• Jawa Timur

Komitmen Tuntaskan Stunting, Begini Penjelasan Bupati Ikfina Fahmawati!

Sri Windari | Sabtu, 28/01/2023 12:18 WIB
Komitmen Tuntaskan Stunting, Begini Penjelasan Bupati Ikfina Fahmawati! Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat peluncuran Sistem Pemerintahan Berbasis elektronik dengan sistem Qris di salah satu hotel di wilayah Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. [Foto : ist]

Jawa TimurPemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus berkomitmen menutuntaskan kasus stunting hingga nol persen. Ini setelah dibawah kepemimpinan Bupati Ikfina Fahmawati, angka stunting alias tengkes di Kabupaten Mojokerto mengalami penurunan.

Tahun 2022, angka sunting di Kabupaten Mojokerto sebesar 11,6 persen dari sebelumnya 27,4 persen di tahun 2021. Sehingga Pemkab Mojokerto terus berkomitmen untuk terus menurunkan angka stunting. Hal tersebut disampaikan Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto dalam keterangan tertulis.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini juga berterima kasih dan mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Mojokerto hingga mencapai 11,6 persen. Angka 11,6 persen tersebut diketahui dari hasil survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022.

“Pemkab Mojokerto akan terus berkomitmen melakukan terobosan program untuk menuju Kabupaten Mojokerto Zero Stunting. Terima kasih banyak untuk semua stakeholder yang berhasil menurunkan angka stunting. Harapannya nanti bisa mengentaskan kasus stunting di Kabupaten Mojokerto hingga nol persen,” ungkapnya.

Bupati mengungkapkan, percepatan penurunan stunting menjadi perhatian khusus yang dilakukan Pemkab Mojokerto.

Berbagai program dan inovasi telah dilakukan oleh tim percepatan penurunan stunting agar semua anak di Bumi Majapahit tumbuh dan berkembang optimal dan mempunyai kecerdasan sehingga siap menghadapi masa depan.

Beberapa Inovasi program percepatan penurunan stunting itu diantaranya Inovasi Kampanye Minum Tablet Tambah Darah bagi remaja putri (Jum’at Ceria), Calon Pengantin Bermasa Depan Emas (Caping Mas), Inovasi Mantau Menu Gizi Bumil dan Balita (Mami Mita), dan inovasi Layanan Terpadu Pranikah (Laduni).

Tak hanya itu, Bupati yang berlatar belakang seorang dokter itu juga telah menyiapkan dua aplikasi yaitu Aplikasi E-stunting dan aplikasi Si Penting untuk mendukung kinerja tim percepatan penurunan stunting (TPPS).

Aplikasi E-stunting ini merupakan aplikasi yang dibangun untuk menyediakan data keluarga berisiko stunting di Kabupaten Mojokerto.

Dalam aplikasi tersebut juga dapat dipantau bentuk pendampingan/treatment yang telah dilakukan OPD terkait dalam ikut mengatasi stunting sesuai indikator yang ditentukan.

Sementara Si Penting merupakan aplikasi pendukung yang terintegrasi dengan E-stunting yang merupakan aplikasi survey/pendataan terhadap Panjang badan bayi, BB, lingkar kepala dan Visus.

“Ini semua adalah wujud komitmen kita, yang selaras dengan amanat Presiden RI Joko Widodo yang meminta pemerintah daerah memberikan penanganan stunting yang lebih baik” pungkasnya. dilansir beritajatim

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US