Pasar sapi di Madura. Foto: Zamachsari/beritajatim.com
Jawa Timur - Penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Bangkalan sudah melandai. Bahkan dalam sebulan terakhir nihil laporan adanya ternak yang terpapar.
Meski begitu, status darurat PMK belum bisa dilepas. Sebab, masih ada sekitar 600 ekor sapi belum terlaporkan kesembuhannya.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan (Disnak) Ali Makki mengungkapkan bahwa dalam sebulan terakhir sudah nihil laporan adanya ternak yang terpapar PMK.
Meski begitu, belum sepenuhnya terbebas dari wabah yang menyerang ternak jenis rumanisia tersebut.
“Dalam sebulan terakhir ini sudah tidak ada kasus baru, tidak ada laporannya. Tapi belum zero reported death PMK, karena masih ada sejumlah kasus lama yang kami duga masih aktif hingga sekarang,” terangnya, Selasa (4/10).
Menurutnya, selama belum ada laporan resmi terkait kesembuhan sapi. Pemerintah akan tetap mengklaim bahwa ternak tersebut masih berstatus suspek. Sedikitnya, ada sekitar 600 ekor sapi.
“Yang suspek itu kasus lama semua, kalau yang baru sudah tidak ada,” tegasnya. dilansir beritajatim
Ia menambahkan, dalam menangani penyebaran wabah, pihaknya sudah kebagian jatah vaksin tambahan, sekitar 27 ribu dosis. Dengan tambahan itu, alokasi keseluruhan Bangkalan sudah sekitar 37 ribu dosis vaksin.
Rinciannya alokasi pertama 3 ribu, kedua 7 ribu dan untuk perluasan 27 ribu dosis. Dari jatah vaksin itu, sudah tersalurkan sekitar 11 ribu dosis atau sekitar 30 persen dari jumlah ketersediaan dosis vaksin.
“Vaksin yang tersedia masih sangat melimpah, masih sekitar 27 ribuan. Jatah itu harus selesai selama 45 hari, sekarang sudah berjalan setengah bulan dari target,” pungkasnya.