• Jawa Timur

DPRD Minta RSUD Jombang Perbaiki Pelayanan Usai Viralnya Bayi Meninggal Gegara Destosia Bahu

Sri Windari | Selasa, 02/08/2022 16:33 WIB
DPRD Minta RSUD Jombang Perbaiki Pelayanan Usai Viralnya Bayi Meninggal Gegara Destosia Bahu Ketua Komisi D DPRD Jombang Erna Kuswati, Selasa (2/8),

Jawa Timur - DPRD meminta RSUD Jombang melakukan perbaikan pelayanan agar tidak mengecewakan publik.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Jombang Erna Kuswati, Selasa (2/8), usai hearing terkait meninggalnya bayi di RSUD Jombang karena dipaksa melakukan persalinan normal.

“Kami berharap pelayanan di RSUD Jombang harus diperbaiki lagi. Pelayanan harus sepenuh hati. Itu salah satu rekomendasi hearing hari ini,” kata anggota DPRD Jombang dari fraksi PKB ini.

Bagaimana soal viral bayi meninggal saat persalinan di RSUD Jombang? Erna mengatakan, pihaknya mengundang semua pihak dalam hearing tersebut.

Mulai keluarga pasien, RSUD Jombang, Dinas Kesehatan, Puskesmas Sumobito, serta tim yang menangani persalinan Rohmah Roudlotul Janah.

Masing-masing pihak diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangannya. Semisal, keluarga pasien yang menuangkan buruknya pelayanan RSUD Jombang di forum itu.

Kemudian Kepala Puskesmas Sumobito dr Hexawan Tjahja Widada menjelaskan bahwa pasien dirujuk ke RSUD Jombang karena adanya indikasi keracunan kehamilan. Pasien menderita hioertensi dan diabetes.

“Karena itulah kami rujuk ke RSUD Jombang. Tapi dalam rujukan itu kami tidak menyebut tindakan operasi sesar. Karena tindakan terhadap pasien menjadi wewenang RSUD Jombang,” kata Hexa.

Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Jombang dr Vidya Buana menambahkan bahwa persalinan normal itu berdasarkan indikasi medis si pasien.

Yakni, pembukaan jalan kelahiran sudah sempurna. Bahkan kepala janin sudah masuk panggul. Itu yang menjadi pertimbangan tim medis RSUD Jombang.

“Tapi saat kepala sudah keluar, pasien mengalami destosia bahu atau kemacetan kelahiran. Ini tidak bisa diprediksi. Hingga akhirnya bayi meninggal. Sehingga dilakukan dekapitasi (pemisahan organ tubuh,” ujar Vidya.

Erna Kuswati kembali menegaskan bahwa dalam hearing tersebut semua pihak bisa menerima setelah mendapat penjelasan dari RSUD Jombang. Termasuk keluarga pasien.

“Alhamdulillah, masalah ini sudah klir. Semua pihak bisa menerima,” ujar Erna.

Desi Eka Sally Indrawati, salah satu keluarga pasien mengatakan bahwa tidak akan memperpanjang masalah tersebut. Karena pihak RSUD juga sudah meminta maaf kepada keluarga.

“Tidak ada tekanan dari pihak mana pun. Kami bisa menerima,” ujar Desi. dilansir beritajatim

Sebelumnya, viral bayi meninggal di RSUD Jombang pada Kamis (28/7). Pihak keluarga menuding RSUD Jombang memaksa pasien melakukan persalinan normal. Hingga akhirnya bayi yang dilahirkan meninggal akibat destosia bahu.

Setelah bayi meninggal tim medis melakukan dekapitasi (pemisahan organ tubuh) untuk mengeluarkan bayi tersebut. Kasus yang menimpa pasangan Yopi Widianto dan Rohmah ini pun viral di media sosial. 

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US