• Jawa Timur

Dua Orang di Sidotopo Surabaya Jadi Amukan Massa Gegera Hp

Sri Windari | Sabtu, 11/06/2022 10:20 WIB
Dua Orang di Sidotopo Surabaya Jadi Amukan Massa Gegera Hp Potongan Video saat Masud dan Beki dihakimi warga

Jawa Timur - Nasib apes menimpa Beki (29). Gara-gara melihat saudaranya, Masud (37) dihakimi warga, ia lantas menjadi korban amuk massa dan menjadi sansak hidup warga, Kamis (9/6).

Dari informasi yang dihimpun, Masud (37) digebuki warga usai ketahuan mencuri handphone milik warga Wonosari.

Kapolsek Semampir, Kompol Ari Bayuaji membenarkan peristiwa tersebut.

Dari keterangan Kompol Ari, hal itu dipicu lantaran Masud (37) yang indekos di Jalan Sidotopo mencuri handphone Realme Type C12 milik Luluk Mukarromah warga Wonosari.

“Iya benar, yang satu (Beki) korban salah sasaran,” ujar Kompol Ari Bayuaji, Sabtu (11/06). dilansir Beritajatim

Kompol Ari Bayuaji menambahkan, banyaknya massa yang mengerumuni tempat kejadian membuat pihak kepolisian sempat kesulitan untuk mengevakuasi keduanya.

Bahkan saat dikeler petugas ke mobil, massa terus melayangkan bogeman mentah.

“Kami sempat kesulitan, tetapi anggota di lapangan dapat meredam emosi masyarakat,” imbuh Ari.

Kanit Reskrim Polsek Semampir Iptu Doni Setiawan menjelaskan kronologis kejadian aksi main hakim sendiri tersebut.

Kejadian itu bermula Masud yang mengajak Beki ke rumah saudaranya di daerah Bulak Banteng dengan berjalan kaki.

“Awalnya tersangka Masud ngajak saudaranya Beki berkunjung ke rumah budenya,” kata Iptu Doni Setiawan.

Pada saat melintas di TKP, Masud melihat handphone korban yang diletakkan di kursi yang berada di teras rumah.

“Korbannya saat itu baru saja masuk ke dalam rumah untuk mengambil kunci,” kata Kanit Reskrim Polsek Semampir.

Kesempatan itu tidak disia siakan oleh Masud. Dia seorang diri tanpa sepengetahuan saudaranya mengambil handphone.

Sialnya aksinya terpergok oleh pemilik. “Yang ngambil ponsel itu Masud,” jelasnya.

Mengetahui handphonenya dijarah seseorang yang tak dikenal, korban lantas berusaha mengejar dan teriak maling.

Warga setempat yang mendengar suara keributan itu berbondong bondong keluar ikut mengamankan. Warga yang geram melayangkan bogeman mentah terhadap Masud.

Karena saudaranya dipukuli massa, Beki sontak kaget dan kembali berniat membantu.

Namun oleh massa, Beki dikira komplotannya sehingga ikut dipukul oleh massa hingga wajahnya berlumur darah. “Beki yang tidak tahu apa apa juga ikut dikeroyok,” imbuhnya.

Doni menambahkan usai kejadian itu korban dievakuasi ke RSUD Husada Prima untuk mendapat penangana medis.

“Karena main hakim sendiri (dikeroyok) dan keduanya mengalami luka sehingga dilarikan ke rumah sakit. Selanjutnya, kedua pria tersebut dibawa ke mapolsek guna proses penyelidikan lebih lanjut. Masih kita kembangan,” imbuhnya. 

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US