• Jawa Timur

DRPD Gresik Ambil Alih Kasus Pernikahaan Manusia dengan Domba, Diduga Ketua BK Terlibat

Syafira | Rabu, 08/06/2022 18:10 WIB
DRPD Gresik Ambil Alih Kasus Pernikahaan Manusia dengan Domba, Diduga Ketua BK Terlibat Aliansi warga cerdas Gresik menggelar unjuk rasa di Gedung DPRD sambil membawa kambing

Jawa Timur - Pimpinan DPRD Gresik akhirnya mengambil alih terkait dugaan penistaan agama kasus perkawinan manusia dengan domba yang difasilitasi anggota dewan Nurhudi Didin Arianto dari Fraksi Nasdem dan Ketua Badan Kehormatan (BK) Muhammad Nasir yang juga dari Fraksi Nasdem.

Atas dasar alasan itu, tiga pimpinan dewan yakni Mujid Riduan dari Fraksi PDIP, Abdul Qodir Fraksi PKB, dan Ahmad Nurhamim dari Fraksi Partai Golkar bersepakat mengambil alih terkait adanya kasus perkawinan manusia dengan domba.

“Kasus ini menjadi atensi masyarakat Gresik, sehingga kami mengambil alih agar tidak terjadi konflik kepentingan. Pasalnya, Ketua BK juga hadir dalam acara itu,” ujar Ketua DPRD Gresik, Abdul Qodir saat menerima perwakilan aliansi Warga Cerdas (WC) Gresik usai berunjuk rasa di Kantor DPRD Gresik, Rabu (8/06).

Lebih lanjut Abdul Qodir mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan proses sidang terkait kasus ini secara terbuka, dan transparan.

“Kasus ini dianggap sebagai kasus yang bisa merusak citra masyarakat Gresik dan sekaligus merusak nama dan citra wakil rakyat. Sebagai wakil rakyat juga ikut malu karena ada anggota DPRD yang terlibat dalam kegiatan itu," ujarnya

"Tetapi apapun yang saat ini ramai ditengah tengah masyarakat kami harus tetap menunggu hasil dari proses penegakan kode etik yang kami miliki,” sambungnya. dilansir beritajatim

Sementara Wakil Ketua Dewan, Ahmad Nurhamim menuturkan, pihaknya mengusut kasus ini sesuai dengan kode etik anggota DPRD Gresik.

“Kami tindaklanjuti sesuai dengan yang disampaikan Ketua DPRD. Sebab, kasus ini sudah meresahkan masyarakat,” tuturnya.

Ia menjelaskan prinsipnya pimpinan dewan tidak main-main dan menganggap kasus ini serius karena ada unsur penistaan agama.

“Kita akan memproses dan semoga menghasilkan rekomendasi yang netral untuk menjawab keresahan masyarakat,” paparnya.

Hal senada juga dikemukakan oleh Wakil Ketua Mujid Riduan. Menurutnya, dirinya yang bakal memimpin proses pengungkapan kasus terlihat anggota dewan dan Ketua BK yang menyebabkan masyarakat resah.

“Kami meminta masyarakat adil dan memberikan bukti bukti sebagai bahan kami untuk mengungkap kasus ini,” ungkapnya.

Sementara itu, pimpinan Aliansi Warga Cerdas (WC) Abdullah Syafii mengatakan, pihaknya menganggap bahwa kasus ini adalah preseden terburuk sepanjang sejarah di Gresik, Jawa Timur bahkan Indonesia.

Untuk itu, pihaknya melakukan aksi demo untuk memberikan pesan moral kepada para wakil rakyat agar menjaga moral dan perilakunya ditengah masyarakat.

“Ini preseden buruk sebab erkawinan manusia dengan hewan ini ada berlangsung dan terjadi karena diinisiasi oleh oknum wakil rakyat. Yang nota benenya salah satunya adalah Ketua BK," tuturnya.

"Jika mereka mengatakan konten adalah alibi karena publik marah. Kemudian meminta maaf adalah bentuk pengakuan mereka bersalah,” pungkasnya.

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US