Lokasi gubuk tempat dimana korban ditemukan meninggal dunia (foto/Istimewa)
Jawa Timur - Warga Dusun Bakalan Desa Candi Kecamatan Mlarak Ponorogo digegerkan dengan adanya mayat laki-laki di sebuah gubuk di area persawahan desa setempat.
Saat ditemukan, mayat tersebut sudah dalam keadaan kaku dengan posisi telentang diatas dipan gubuk pada jelang Senin (9/5) malam.
Mayat diketahui bernama Sardji (65), warga desa setempat. Korban pertama kali, ditemukan oleh saksi yang bernama Haryanto (45), yang kebetulan melintas di jalan di dekat persawahan tersebut.
Dia curiga sudah mau masuk magrib, masih ada sepeda motor di area persawahan.
“Kebetulan kemarin itu melintas di area persawahan itu, saya penasaran sudah mulai malam, masih ada sepeda motor di sawah,” kata Haryanto, Selasa (10/5) pagi. dilansir Beritajatim
Curiga terjadi sesuatu, Haryanto memanggil beberapa temannya untuk ikut mengecek keadaan di dekat sepeda motor tersebut.
Teman saksi, yang bernama Jemanun yang mengecek di sekitar gubuk mendapati ada orang tidur dengan posisi telentang.
Setelah mendekatinya, korban Sardji sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Kemudian Jemanun memanggil Haryanto dan teman lainnya, guna memastikan lagi, bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“Kami bertiga akhirnya memastikan bersama-sama, ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal. Kemudian saya laporkan kejadian ini ke perangkat desa yang kemudian diteruskan ke Polsek Mlarak,” katanya.
Karena korban ditemukan sudah sore jelang magrib, proses pemeriksaan korban oleh Polsek Mlarak dan tim medis sudah malam.
Kanit Reskrim Polsek Mlarak Aiptu Johan Tutu Arema yang melakukan olat TKP menyebut korban sudah meninggal sudah 6 jam lebih.
Kemungkinan korban meninggal pada pukul 13.00. Sehingga saat ditemukan, tubuh korban sudah dalam keadaan kaku.
“Sudah meninggal 6 jam lebih, tubuh korban sudah dalam keadaan kaku,” katanya.
Dari hasil visum luar oleh tim medis Puskesmas Mlarak, korban meninggal dunia disebabkan karena penyakit tekanan darah tingginya kambuh.
Selain itu, korban juga menghirup cairan pestisida yang disemprotkan korban ke sawahnya. Sehingga itu juga yang menyebabkan korban mengalami keracunan.
“Tidak mengeluarkan busa di mulutnya. Korban itu capek, penyakit darah tingginya kambuh dan sedikit keracunan akibat menghirup cairan pestisida yang disemprotkan ke sawah korban,” katanya.