Insiden ini terjadi pada Rabu (27/4) malam saat rumah sedang ditinggal Salat Tarawih.
Jawa Timur - Polsek Purwoasri tengah menggelar penyelidikan kasus perampokan yang menimpa keluarga pasangan Suroto (62) dan Susiani (58), warga Dusun Pujomarto, Desa Ketawang, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri.
Insiden ini terjadi pada Rabu (27/4) malam saat rumah sedang ditinggal Salat Tarawih.
Kapolsek Purwoasri, AKP Irfan Widodo mengatakan, pelaku diidentifikasi berjumlah dua orang. Selain menggasak sejumlah perhiasan emas, pelaku sempat melukai istri korban menggunakan celurit.
“Benar terjadi peristiwa perampokan tadi malam. Saat ini kami masih melakukan serangkaian penyelidikan,” kata AKP Irfan Widodo, pada Kamis (28/4). dilansir Beritajatim
Insiden ini terjadi saat Suroto pergi ke masjid untuk Salat Tarawih. Sebelum meninggalkan rumah, Suroto sempat mengunci pintu depan dan samping.
Sementara sang istri, Susiani, berada di rumah seorang diri. Beberapa menit setelah suaminya pergi ke masjid, Susiani mendengar suara pintu samping digedor dengan kencang.
Dia mengira pintu itu digedor saudara sendiri. Lantaran pintu depan dan samping dikunci dari luar, ia membukakan pintu belakang.
Susiani seketika terkejut karena yang datang ke rumahnya adalah perampok. Ada dua orang pria asing yang menerobos masuk.
Satu orang membekap mulutnya, sementara satu lainnya beroperasi mencari harta korban.
“Satu orang mendekap korban sambil berkata ‘endi nggone duwit’ (mana tempat menyimpan uang) dan dijawab korban ‘aku ga nduwe duwit’ (aku tidak punya uang),” tutur Kapolsek.
Pelaku seolah tidak percaya dengan jawaban korban. Satu pelaku masuk ke kamar belakang dan mengacak-acak isi almari. Namun, pelaku tidak menemukan benda yang dicari.
Pelaku kemudian meminta paksa perhiasan yang dipakai oleh korban. Ada sebuah gelang emas seberat 10 gram dan dua buah cincin sekitar 4 gram.
Pelaku menarik paksa kalung yang melingkar di leher korban. Kalung tersebut putus, tetapi tidak dibawa pelaku.
Kedua pelaku sempat melukai tangan kiri korban dengan celurit, ketika merampas perhiasan itu. Itu terjadi, ketika korban berontak dan tangannya terkena senjata tajam pelaku.
Berhasil menggasak perhiasan korban, dua pelaku kemudian melarikan diri. Mereka mengendarai sepeda motor ke arah Barat. Sementara itu, setelah lepas dari pelaku, korban berteriak meminta pertolongan.
Suroto, suami korban yang mendengar keributan itu segera pulang. Dia kemudian membawa istrinya ke Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) Pare untuk dirawat.