Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Emil Elestianto Dardak. (Foto: iNews.id/ihya` ulumuddin).
Jawa Timur - Penunjukan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak sebagai Ketua DPD Demokrat Jatim menuai protes sejumlah DPC. Mereka kecewa terhadap DPP dan mengancam akan pindah partai.
Kekecewaan itu mereka sampaikan karena Emil hanya didukung minoritas DPC. Sebaliknya, mayoritas DPC menjatuhkan pilihan terhadap menantu mantan Gubernur Jatim Soekarwo, Bayu Airlangga.
Ketua DPC Demokrat Nganjuk, M Fauzi Irwana mengataka, janji DPP soal Musyawarah Daerah (Musda) Jatim berjalan demokratis hanya omong kosong.
"Tentu kita kecewa, apa yang disampaikan di awal bahwa pemilihan Musda secara demokrasi, tapi nyatanya kayak gini. Teman-teman 25 DPC kita kumpul sangat kecewa dengan keputusan ini," kata Fauzi,Senin (4/4). dilansir iNews
Fauzi mengatakan, DPC-DPC pendukung Bayu Airlangga tidak dijelaskan dimana letak kekurangan Menantu mantan Gubernur Jatim Soekarwo tersebut.
"Apalagi, soal jumlah dukungan juga terpaut jauh. Kita gak tahu letak Bayu tidak terpilih di mananya? Mereka mengacu ke PO, kita Musda 20 Januari, 25 DPC lawan 13 DPC itu harusnya jadi pertimbangan utama di Jatim," katanya.
Fauzi menyebut, adanya potensi kekuatan Partai Demokrat di Jatim terbelah akibat DPP tidak mendengarkan aspirasi di bawah.
"Kalau DPP tidak mendengarkan aspirasi di bawah, sangat potensi pengurus mundur atau pindah partai. Sebenarnya Ketum AHY baik, tapi saya kira ada pihak yang jadi begal politik, ya yang ada di sekitar Mas AHY itu yang mempengaruhi," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Kabupaten Kediri, Yakup menyoal terkait jumlah dukungan saat Musda Demokrat Jatim.
Dalam Musda yang digelar 20 Januari 2022 lalu, Bayu Airlangga meraih dukungan 25 DPC, unggul jauh atas Emil Dardak yang meraih 13 dukungan DPC.
"Lah ini saja kita semua sampai dengan H-1 pelaksanaan Musda setahu kita hanya Mas Bayu yang telah mendaftar, karena tidak pernah disampaikan Mas emil mendaftar. Tahu tahu pas pelaksanaan Musda diumumkan ada dua calon," kata Yakup.
Yakup juga menyayangkan sikap tidak demokratis Tim 3 DPP yang dimotori Ketum AHY, Sekjen Teuku Rafli Harsya, dan Ketua BPOKK Herman Khaeron dalam penentuan ketua Demokrat Jatim.
"Saat sambutan, Pak Ketum menyampaikan Musda akan berjalan demokratis, tapi nyatanya berlawanan dengan arti demokratis itu sendiri," katanya.
Diketahui, Emil Elestianto Dardak terpilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jatim periode 2022-2027.
Wakil Gubernur Jatim itu ditetapkan sebagai ketua setelah bersaing ketat dengan Bayu Airlangga pada Musda DPD Partai Demokrat Jatim di Surabaya beberapa waktu lalu.