• Jawa Timur

Migor Kemasan Mahal, Disyributor di Ponorogo Diduga Jual Curah di Atas HET

Syafira | Jum'at, 25/03/2022 17:55 WIB
Migor Kemasan Mahal, Disyributor di Ponorogo Diduga Jual Curah di Atas HET Antri Migor di Ponorogo

Jawa TimurSulitnya warga membeli minyak goreng (migor) curah, nampaknya dimanfaatkan oknum distributor untuk berbuat culas.

Yakni dengan menjual migor curah diatas harga eceran tertinggi (HET) yang dipatok oleh Pemerintah.

Dugaan menjual  migor curah diatas HET itu, diinformasikan oleh Mahrustohari, salah satu warga yang sedang antri membeli migor curah di Jalan Ahmad Dahlan Ponorogo.

Menurutnya ada toko di jalan Gajah Mada yang menjual migor curah dengan harga Rp 22.500,- per kilogram. Padahal sesuai patokan Pemerintah, HET migor curah ini tidak boleh melebihi Rp 16.000,-.

“Kemarin saya ke sana, harganya Rp 22.500 per kg, akhirnya tidak jadi beli,” kata Mahrustohari, Jumat (25/3). dilansir Beritajatim

Melihat harga yang terlalu mahal itu, akhirnya Mahrustohari tidak jadi beli. Dia keliling lagi untuk membeli migor curah di distributor lainnya.

Akhirnya menemukan distributor yang menjual sesuai harga yang ditetapkan oleh Pemerintah, namun dirinya harus antri dengan pembeli yang lain.

“Usaha saya itu kripik usus, untungnya sedikit. Jika nekat beli migor curah dengan harga mahal malah bisa-bisa tidak untung,” katanya.

Untuk membeli migor curah dengan harga sesuai dengan yang ditetapkan Pemerintah, Mahrustohari penuh dengan perjuangan.

Dia harus antri sejak pukul 07.00, saat tiba di tempat toko distributor itupun Ia sudah mendapatkan antrian nomor 33.

“Tidak apa-apa ngantri, yang penting dapat migor curah dengan harga yang sesuai Pemerintah. Meski hanya mendapatkan 10 kilogram, tetap disyukuri,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa untuk usahanya itu, dirinya memerlukan 9 kg minyak goreng per harinya.

Saat keadaan sulit mencari migor ini, Ia terpaksa tutup. Seperti yang Ia lakukan ini, sudah tidak beroperasi selama 4 hari.

“Karena tidak ada minyak goreng, beberapa hari terakhir ini ya tutup,” pungkasnya.

Dugaan adanya distributor nakal yang menjual migor curah diatas HET itu juga sudah sampai pringgitan, rumah dinas Kang Bupati Sugiri Sancoko.

Beliau mengaku juga mendapatkan laporan dari masyarakat terkait hal tersebut.

“Dari informasi dari beberapa teman di lapangan memang iya. Tetapi saat ini belum bisa mengeceknya,” kata Kang Bupati Sugiri Sancoko.

Namun, Sugiri akan secepatnya menindaklanjutinya. Yakni dengan melakukan pengecekan dan menelusurinya.

Menurutnya, jika nantinya benar ada oknum distributor yang menjual migor curah dengan harga diatas HET, maka akan langsung dilakukan peringatan.

“Akan kita telusuri langsung di lapangan apakah itu benar. Jika benar akan kita paksa untuk menyesuaikan dengan HET yang dicanangkan oleh Pemerintah,” katanya.

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US