• Bisnis

Awal Tahun, PGN Subholding Gas Pertamina Sukses Ajak PT Garam Gunakan Gas Bumi

Wahyoe Boediwardhana | Kamis, 10/02/2022 16:12 WIB
Awal Tahun, PGN Subholding Gas Pertamina Sukses Ajak PT Garam Gunakan Gas Bumi Seorang petugas PGN Subholding GasPertamina tengah melakukan pengukuran tekanan pipa dalam proses gas in gas bumi ke PT Garam Segoromadu Gresik. PT Garam (Persero) Segoromadu Gresik mulai beralih menggunakan gas bumi sebagai bahan bakar utama untuk memproduksi garam industri. Penggunaan gas bumi ini diperkirakan akan menghemat konsumsi bahan bakar industri hingga 30 persen, sehingga produk yang dihasilkan akan lebih kompetitif. (Foto.Istimewa)

Jawa Timur Awal tahun 2022 rupanya menjadi penanda positif bagi Subholding Gas Pertamina. Pasalnya, meski masih di tengah situasi pandemi Covid-19 melalui PGN Sales Operation 3 Jatim Jateng, mereka berhasil menjaring pelanggan gas bumi baru sektor di industri Jatim.

General Manager SOR 3 Iwan Yuli Widyastanto dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, pihaknya secara resmi mulai mengalirkan perdana gas bumi (gas in) ke PT Garam (Persero) yang berlokasi di Kawasan Industri Garam Segoromadu Gresik.

“Pada minggu pertama Februari 2022, PGN Sales Operation Region 3 Jatim Jateng melaksanakan gas in atau penyaluran perdana gas bumi, dengan kebutuhan sebesar 350 hingga 1.750 MMBTU,” ungkap Iwan YuliWidyastanto di Surabaya, Kamis.

Layanan gas bumi untuk industri ini menurut Yuli, akan meningkatkan efisiensi energi PT Garam hingga 30 persen dibanding sebelumnya. PT Garam sendiri merupakan BUMN Subholding Pangan Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), yang bergerak di bidang produksi garam. Gas bumi dari PGN ini dipakai untuk bahan bakar dalam memproduksi garam.

“Kami senang sekali, salah satu produsen garam besar di Jawa Timur memutuskan menggunakan gas bumi PGN sebagai bahan bakar. Dari penggunaan gas bumi ini, PT Garam akan mendapatkan efisiensi biaya bahan bakar sekitar 30 persen. Kedepan kami komitmen menjaga kehandalan layanan dan berharap nilai lebih gas bumi memberi manfaat nyata bagi produktivitas PT Garam,” ujar General Manager SOR 3.

Menurut Iwan, PGN telah melayani lebih dari 500 sektor industri dan 300 retail/ komersial di Jawa Timur. Industri tersebut diantaranya bergerak di sektor seperti makanan, kimia, logam, dan kayu.

“Dengan menggunakan gas bumi, para pelanggan industri di Jawa Timur dapat meningkatkan efisiensi produknya, sehingga daya saing juga semakin meningkat.

Iwan berharap pembangunan infrastruktur, ketersediaan pasokan dan layanan gas bumi lainnya, dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing industri Jawa Timur.

Di akhir tahun 2019 lalu, PT Garam memproyeksikan produksi garam industri di pabrik Segoromadu Gresik bakal meningkat menjadi 37.723 ton per tahun pada 2020, dari kapasitas semula sekitar 30 ribu ton per tahun. Proyeksi peningkatan ini sejalan dengan rampungnya proses rekondisi pabrik Segoromadu, Gresik.

Pabrik garam di Segoromadu Gresik ini sudah berdiri sejak tahun 1992, hanya saja pada tahun 2007 sempat berhenti beroperasi mengingat kondisi lingkungan yang kurang kondusif.

Tahun 2018 lalu, satu dari empat pabrik garam industri milik PT Garam ini mulai direkondisi. Fasilitas produksi garam halus karungan dan kemasan dengan kapasitas 5 ton per jam atau 33.000 ton per tahun mulai dibangun.

PGN sebagai Subholding Gas dan bagian dari Holding Migas PT Pertamina (Persero), terus berinisiatif membangun infrastruktur guna memperluas jaringan gas bumi ke berbagai wilayah.

“Ke depan PGN berinisiatif mengembangkan infrastruktur beyond pipeline agar dapat melayani kebutuhan gas bumi di lokasi yang jauh dari jaringan pipa gas bumi. Penggunaan gas bumi pada sektor industri komersial dapat lebih bersih dan efisien, sehingga harapannya dapat benar-benar menjadi katalis perkembangan industri serta menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar,” pungkas Iwan.

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US