Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya tengah memeriksa suhu badan seorang pengunjung taman kota. Karena statusnya naik menjadi PPKM Level 2, Pemerintah Kota Surabaya memutuskan menutup kembali seluruh taman kota di wilayahnya setelah beberapa waktu lalu sempat dibuka karena kasus Covid-19 sempat melandai. (Foto.Istimewa)
Jawa Timur – Pemerintah Kota Surabaya memutuskan untuk kembali menutup tanpa terkecuali seluruh taman di Kota Surabaya, yang beberapa waktu lalu sempat dibuka. Ini lantaran Kota Surabaya masuk kawasan PPKM Level 2, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No.09 Tahun 2022 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 COVID-19 di Wilayah Jawa dan Bali.
Keputusan Pemkot Surabaya menutup kembali semua taman di Kota Pahlawan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 varian baru Omicron.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Hebi Agus Djuniantoro menjelaskan, di Surabaya terdapat 39 taman aktif dan 9 taman diantaranya sangat luas. Karenanya, untuk membatasi mobilitas dan pergerakan warga di area taman, maka semua taman itu harus ditutup dulu.
“Saya sudah buat pengumuman penutupannya yang ditujukan kepada beberapa dinas terkait. Jadi, sehubungan dengan meningkatnya kasus positif Covid-19 varian Omicron di Surabaya, dan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus ini, maka semua taman di Surabaya ditutup dan tidak boleh dikunjungi sampai batas waktu yang belum ditentukan. Tentu harapannya supaya penyebaran Omicron di Surabaya bisa semakin ditekan,” tegas Hebi Agus Djuniantoro, Selasa.
Agus Djuniantoro menjelaskan, sebelumnya masih ada delapan taman yang sempat dibuka untuk kegiatan edukasi, dan ditutup untuk umum maupun kegiatan rekreasi. Namun, setelah Surabaya memasuki PPKM level 2, maka semua taman di Surabaya diputuskan untuk ditutup kembali semuanya tanpa terkecuali.
Kepala DLH Kota Surabaya ini juga memastikan, bahwa pihaknya sudah membuat pengumuman di setiap taman yang menjelaskan bahwa taman ditutup. Di taman-taman tersebut akan dijaga petugas dari Satpol PP atau BPBD Surabaya. Tujuannya untuk mengingatkan warga yang masih berusaha bermain atau berkumpul di area taman.
“Meski semua taman ditutup, namun pemeliharaan tanaman di taman-taman itu akan tetap dilakukan seperti biasa. Para petugas dari DLH akan terus merawat taman itu supaya tetap hijau,” ujar Hebi.
Lanjut Hebi, penutupan semua taman di Surabaya ini diharapkan tidak mengurangi aktivitas perekonomian di Kota Surabaya. Oleh karena itu, dirinya mengajak warga Kota Surabaya untuk bersama-sama menjaga protokol kesehatan supaya kasus Omicron bisa ditekan.
Terkait merebaknya kasus Omicron ini, di tempat berbeda Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga memerintahkan para Camat dan Lurah untuk mempersuasif warganya yang bergejala ringan, agar bersedia menjalani perawatan di dua tempat isolasi terpusat (isoter) yang disediakan Pemkot Surabaya, yaitu di Hotel Asrama Haji (HAH) berkapasitas 200 tempat tidur dan di Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) berkapasitas 1.000 tempat tidur.
“Saya berharap kepada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan, agar tidak melakukan perawatan di rumah sakit. Sebab, hal ini berpengaruh terhadap kenaikan atau penurunan level. Kasihan saudara-saudara kita yang jualan di embong (jalan). Jadi yang ringan harus ke isolasi terpusat (isoter) seperti di Hotel Asrama Haji (HAH),” pinta Wali Kota Surabaya.
Data yang dimiliki Pemkot Surabaya, per Selasa (7/2/2022), tercatat sebanyak 1.736 orang telah dinyatakan sebagai kasus pasien aktif positif Covid-19. Sedangkan untuk Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Surabaya saat pemberlakuan PPKM Level 2, belum mencapai 20 persen. Sebab, tingkat BOR pada penerapan PPKM Level 2 ini bukan berdasarkan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, melainkan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit.
“Sekarang yang dirawat di rumah sakit ada 400 pasien, tapi 350 pasien adalah yang bergejala ringan. Kami berkeliling rumah sakit dan sudah berkoordinasi dengan para dokter bila bergejala ringan jangan dirawat di rumah sakit,” terang Eri Cahyadi.