• Jawa Timur

Antisipasi Covid-19 Naik, Surabaya Benahi Pusat Isolasi dan Bentuk Swab Hunter

Wahyoe Boediwardhana | Senin, 07/02/2022 13:07 WIB
Antisipasi Covid-19 Naik, Surabaya Benahi Pusat Isolasi dan Bentuk Swab Hunter Petugas dari Pemkot Surabaya tengah melakukan swab hunter kepada para pengunjung warung kopi di yang terjaring operasi di kawasan Kecamatan Sawahan. Walikota Surabaya menginstruksikan jajarannya untuk mulai membenahi fasilitas di dua lokasi khusus, sebagai pusat isolasi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Surabaya, sekaligus gencar melakukan swab hunter. (Foto.Istimewa)

Jawa Timur - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai membenahi fasilitas di dua lokasi khusus, sebagai pusat isolasi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Surabaya, sekaligus lakukan swab hunter. Dua lokasi yang dibenahi itu masing-masing Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) dan Hotel Asrama Haji (HAH) Surabaya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Daerah) Kota Surabaya, Ridwan Mubarun mengatakan, pembenahan fasilitas dengan cara melakukan kerja bakti ini dilakukan sesuai arahan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Pembenahan fasilitas di dua lokasi khusus sebagai pusat isolasi oleh Pemkot Surabaya ini, sebagai antisipasi kenaikan kasus Covid-19 di Kota Surabaya.

“Ini sesuai dengan arahan Walikota Surabaya, yang meminta untuk menyiagakan tempat isolasi terpusat. Sebab, dengan adanya tempat isolasi terpusat akan lebih mempermudah untuk melakukan pemantauan dan penanganan kesehatan pada pasien,” kata Ridwan Mubarun, Senin.

Pembenahan yang dilakukan sejak hari Minggu kemarin, akan dilanjutkan hari ini. Petugas telah selesai merenovasi dan memperbaiki Gedung Shofa di Hotel Asrama Haji, sementara di Gedung Zam-Zam belum dilakukan lantaran telah terisi pasien.

Di gedung Zam-Zam, hingga hari Senin ini tercatat ada 185 pasien positif Covid-19 yang tengah melakukan isolasi. Sedangkan di gedung Shofa HAH sedang dipersiapkan sarana pendukungnya agar siap dihuni pasien positif Covid-19.

“Jumlah 185 pasien ini juga naik turun, karena meski banyak yang sudah sembuh, tetapi ada juga yang baru masuk untuk melakukan isolasi. Kemudian kami menyiapkan Gedung Shofa yang siap digunakan pada hari Senin,” terang Ridwan Mubarun. 

Ridwan menjelaskan, renovasi dan perbaikan semua gedung dengan melakukan pembenahan maupun perbaikan di setiap lantai, seperti membersihkan wastafel, kloset, jendela, plafon yang rusak, hingga perbaikan lift.

Hal sama juga dilakukan di Rumah Sakit Lapangan Tembak. Mantan Camat Tambaksari ini menjelaskan, bahwa RSLT juga disiapkan untuk menampung pasien Covid-19 mulai hari ini. RSLT memiliki kapasitas mampu menampung sekitar 1.000 orang pasien, dengan dilengkapi fasilitas IGD, rawat inap, radiologi, farmasi hingga laboratorium. Sementara untuk HAH memiliki kapasitas hingga 200 tempat tidur pasien.

“Untuk peralatan di RSLT masih sama seperti semula dan tinggal menata kembali. Jadi semuanya masih ada disana, seperti kipas angin, tempat tidur, tabung dan oksigen,” ujar Ridwan.

Selain melakukan pembenahan pusat isolasi pasien, Pemkot Surabaya juga terus berupaya menekan angka kasus penyebaran Covid-19 dengan menggelar operasi protokol kesehatan (prokes) di 31 kecamatan secara serentak.

Ridwan mengatakan, operasi prokes telah digelar sejak awal bulan Januari 2022 dan akan terus digelar pada setiap Sabtu malam dan hari-hari lainnya. Pelaksanaan operasi prokes akan menyasar para pengguna kendaraan dan tempat-tempat keramaian dengan melakukan swab hunter baik antigen maupun PCR.

“Nanti akan dikomandoi oleh setiap kecamatan di Kota Surabaya. Kami ingin mengingatkan masyarakat, terutama yang melanggar prokes agar tidak abai dan tetap disiplin. Sebab, pandemi Covid-19 ini masih belum berakhir,” kata Ridwan.

Sermentara itu Camat Sawahan, M. Yunus mengatakan, pihaknya juga menggelar operasi prokes di kawasan Komplek Makam Kembang Kuning Kota Surabaya. Hasilnya, dari 63 pelanggar yang terjaring, terdapat satu pelanggar yang dinyatakan positif usai dilakukan swab antigen.

“Kami menyasar pengendara kendaraan bermotor. Satu pelanggar positif swab antigen itu ternyata berboncengan, maka kami langsung lakukan PCR untuk keduanya,” kata Yunus.

Dari catatan Pemkot Surabaya, sejak awal Januari 2022 hingga saat ini rata-rata terdapat 500 hingga 700 pelanggar prokes yang telah dilakukan swab antigen. Sedangkan untuk jumlah personel gabungan yang diterjunkan sebanyak 30 personil. Mereka ikut menjaga pelaksanaan operasi prokes yang terdiri dari Polisi, Satpol PP, Linmas, dan tenaga kesehatan di puskesmas.

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US