• Jawa Timur

PJB Ditarget `Sulap` PLTU Tidore Setara PLTU di Pulau Jawa

Wahyoe Boediwardhana | Jum'at, 21/01/2022 17:01 WIB
PJB Ditarget `Sulap` PLTU Tidore Setara PLTU di Pulau Jawa PLTU Tidore akan ditingkatkan kehandalan dan efisiensi operasionalnya oleh PT Pembangkitan Jawa Bali. (Foto.Istimewa)

Jawa TimurPembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tidore akan dioptimalkan oleh PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB), agar kehandalan dan efisiensi operasionalnya setara dengan PLTU di Pulau Jawa. Alasannya, kinerja  operasi PLTU batu bara pertama di regional Maluku dan Papua ini sepanjang tahun lalu sangat memuaskan.

Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa Bali Gong Matua Hasibuan mengungkapkan, selama tahun 2021, PLTU Tidore telah berkontribusi menyuplai listrik sebesar 31 persen pada sistem kelistrikan Maluku-Maluku Utara. Sebagai pembangkit  backbone sistem di Pulau Tidore-Ternate, kinerja  operasinya  di tercatat sangat memuaskan dengan pencapaian Equivalent Availability Factor (EAF) sebesar 85,37 persen.

“Pelaksanaan kontrak di tahun 2022 ini telah memasuki tahun ke enam.  Untuk menjaga sustainbility kinerja operasi pada PLTU Tidore, mohon dukungan dari PLN Regional Sulmapana (Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara) dan UIW MMU (Maluku-Maluku Utara), untuk peningkatan kontrak dari supporting menjadi Asset Management Contract (AMC) di tahun berikutnya,” ungkap Gong Matua Hasibuan, Jumat (19/1/2022) di Kantor Pusat PT PJB di Surabaya.

PJB saat ini mengelola operasional dan pemeliharaan PLTU Tidore 2 x 7 MW. Meski sampai saat ini belum ada rencana untuk menambah kapasitas PLTU, namun PJB berkomitmen untuk menjaga kehandalan dan efisiensi operasional PLTU Tidore.

Menurut Kepala Bidang Stakeholder Management PT PJB Wildan Doddy, dengan unit yang handal maka secara tidak langsung dapat berkontribusi lebih pada kebutuhan sistem kelistrikan. Mengingat dengan melandainya pandemi saat ini berdampak pula terhadap peningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ini berarti kebutuhan listrik juga meningkat.

“Kebutuhan listrik meningkat dan kehandalan operasi terjaga. Kami berharap tahun 2022 kami bisa berkontribusi lebih dibandingkan yang sudah dilakukan pada tahun 2021. Kami upayakan EAF pun dapat ditingkatkan kinerjanya,”tukas Doddy.

PT PJB dipercaya kembali untuk keenam kalinya mengelola operasi dan pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tidore. Pengelolaan PLTU Tidore ini agar siap untuk memperkuat pasokan listrik berkualitas di wilayah Maluku dan sekitarnya. Bahkan targetnya, PJB diminta untuk menjadikan PLTU Tidore setara kinerjanya dengan PLTU di Pulau Jawa.

Naskah perjanjian ditandatangani Direktur Utama PT PJB Gong Matua Hasibuan dan General Manager PT PLN Unit Induk Wilayah Maluku & Maluku Utara, Adams Yogasara. Penandatanganan ini  disaksikan pula Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara (Regional Sumalpana) PT PLN  Adi Priyanto.

“Kami percaya, dengan kompetensi PJB dalam pengelolaan pembangkit melalui penerapan Aset Management secara konsisten  sesuai dengan best practice yang ada, akan menjadikan PLTU Tidore setara dengan PLTU-PLTU yang ada di Pulau Jawa atau bahkan bisa menjadi lebih baik,” kata Adi Priyanto, usai penandatanganan naskah kerjasama yang dilaksanakan pada Rabu (19/1/2022) di Surabaya.

Sebelum ditangani PJB, PLTU Tidore menurut Adi merupakan salah satu pembangkit yang termasuk dalam FTP-1 yang pada awal operasinya banyak mengalami permasalahan. Namun berkat  kerja keras dari PJB dan PJBS yang berperan sebagai Aset Operator, serta PLN UIW MMU sebagai aset owner, secara bertahap kinerja PLTU Tidore dapat ditingkatkan.

Adi mengungkapkan, tidak mudah untuk memenuhi kebutuhan listrik di Regional Sulmapana. Penyebabnya karena tantangan kondisi geografis, ketersediaan infrastruktur pendukung, serta keterbatasan sumber daya manusia.

“Kegiatan kerja sama jasa OM PLTU Tidore ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi kendala-kendala tersebut,” lanjut Adi Priyanto.

PLTU Tidore merupakan salah satu dari 17 unit pembangkit di luar Jawa yang operasional dan pemeliharaannya dikelola oleh PJB dengan total kapasitas 1.168,3 MW. Pembangkit yang berada paling timur Indonesia yang saat ini dikelola PJB ini beroperasi sejak tahun 2016. PLTU Tidore tercatat sebagai pembangkit batu bara pertama di regional Maluku dan Papua.

PLTU Tidore dibangun oleh konsorsium Shandong Machinery I&E Group Corporation dan PT Rekadaya Elektrika (anak perusahaan PJB) sebagai bagian proyek FTP tahap 1. Dengan total investasi sekitar Rp 283 Miliar. Yang membanggakan, Tingkat Konsumsi Dalam Negeri (TKDN) PLTU Tidore cukup tinggi, yaitu sekitar 68 persen. Boiler, trafo, serta sebagian besar peralatan bantu pembangkit, merupakan produksi dalam negeri.

Terpopuler

Selengkapnya >>

FOLLOW US