Jawa Timur - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohammad Zyn Kabupaten Sampang, Jawa Timur, merawat seorang pasien ibu hamil positif COVID-19 yang diduga varian baru Omicron.
"Yang bersangkutan perempuan sedang hamil dan saat ini menjalani isolasi di ruang khusus," kata Direktur
RSUD dr. Mohammad Zyn
Sampang Agus Akhmadi dihubungi di
Sampang, Kamis. Dilansir dari Antara.
Pasien ibu hamil itu diduga terpapar COVID-19 jenis
Omicron berdasarkan ciri-ciri atau gejala yang dialami.
Menurut Akhmadi, ciri-ciri gejala varian
Omicron diketahui sedikit berbeda dari varian sebelumnya.
Ia menyebut gejala omicron sangat mirip dengan gejala pilek atau flu. Ciri-ciri gejala varian
Omicron, antara lain sakit kepala, nyeri tubuh, dan tenggorokan gatal.
Tingkatan gejalanya adalah batuk kering dan tenggorokan gatal (89 persen), letih (65 persen), hidung tersumbat (59 persen), demam (38 persen), mual (22 persen), napas pendek atau kesulitan bernapas (16 persen), dan diare (11 persen).
"Gejalanya lebih ringan dibanding COVID-19 varian Delta," katanya, menjelaskan.
Hanya saja, upaya pencegahan penularan COVID-19 jenis
Omicron ini sama dengan pencegahan pada varian Delta, yakni menjaga jarak fisik minimal 1 meter dari orang lain, selalu memakai masker dan sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Menurut Akhmadi, pasien terindikasi
Omicron ini berasal dari Surabaya. Ia diketahui positif COVID-19 berdasarkan hasil tes cepat antigen saat hendak memeriksakan kandungannya di salah satu layanan kesehatan.
"Karena hasil tes antigen menyatakan positif, pasien sempat ditolak di tempat pelayanan kesehatan," katanya.
Pihak keluarga pasien membawa pulang yang bersangkutan ke
Sampang dan dirujuk ke
RSUD dr. Mohammad Zyn
Sampang.
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten
Sampang dr. Abdullah Najich mengatakan pasien positif COVID-19 itu merupakan yang pertama tercatat di
Sampang sejak
Omicron dinyatakan telah masuk ke Indonesia.
"Kami berharap ini kasus yang pertama sekaligus yang terakhir di
Sampang ini," ujar Najich.