Syafira | Senin, 02/09/2024 08:07 WIB
Kawah Ijen, salah satu pergunungan yang mengelilingi Jawa Timur
Situsjatim- Jawa Timur adalah provinsi di Indonesia yang memiliki banyak pegunungan, baik yang berupa gunung berapi aktif maupun yang tidak aktif. Pegunungan ini tidak hanya membentuk pemandangan alam yang indah, tetapi juga memainkan peran penting dalam iklim, pertanian, dan pariwisata daerah tersebut. Berikut adalah beberapa pegunungan utama yang mengelilingi Jawa Timur beserta ketinggiannya:
1. Pegunungan Ijen
- Gunung Tertinggi: Gunung Raung
- Ketinggian: 3.344 meter di atas permukaan laut (mdpl)
- Lokasi: Pegunungan Ijen terletak di bagian timur laut Jawa Timur, melintasi Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo.
- Fitur Menarik: Pegunungan ini terkenal dengan Kawah Ijen yang memiliki fenomena blue fire (api biru) dan tambang belerangnya. Gunung Ijen sendiri memiliki ketinggian 2.799 meter mdpl.
2. Pegunungan Tengger
- Gunung Tertinggi: Gunung Semeru
- Ketinggian: 3.676 meter mdpl
- Lokasi: Pegunungan Tengger membentang di antara empat kabupaten: Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, dan Malang.
- Fitur Menarik: Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa dan merupakan gunung berapi aktif. Selain itu, Pegunungan Tengger juga terkenal dengan Gunung Bromo yang memiliki kaldera besar dan menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia.
3. Pegunungan Arjuno-Welirang
- Gunung Tertinggi: Gunung Arjuno
- Ketinggian: 3.339 meter mdpl
- Lokasi: Pegunungan Arjuno-Welirang terletak di perbatasan antara Kota Batu, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Mojokerto.
- Fitur Menarik: Gunung Arjuno dan Gunung Welirang sering dikunjungi oleh pendaki karena pemandangan alamnya yang indah serta keberadaan sumber air panas dan tambang belerang di Gunung Welirang.
4. Pegunungan Argopuro
- Gunung Tertinggi: Gunung Argopuro
- Ketinggian: 3.088 meter mdpl
- Lokasi: Pegunungan Argopuro membentang di wilayah Kabupaten Probolinggo, Situbondo, dan Bondowoso.
- Fitur Menarik: Pegunungan ini terkenal dengan jalur pendakian terpanjang di Pulau Jawa dan memiliki banyak situs bersejarah serta keanekaragaman hayati.
5. Pegunungan Wilis
- Gunung Tertinggi: Gunung Wilis
- Ketinggian: 2.563 meter mdpl
- Lokasi: Pegunungan Wilis terletak di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Ponorogo, dan Madiun.
- Fitur Menarik: Gunung Wilis dan pegunungan di sekitarnya relatif kurang dikenal dibandingkan gunung-gunung lain di Jawa Timur, tetapi menawarkan pemandangan yang indah dan hutan yang masih alami.
6. Pegunungan Kapur Selatan
- Gunung Tertinggi: Gunung Gamping (sekitar 620 meter mdpl)
- Lokasi: Pegunungan ini membentang di bagian selatan Jawa Timur, melintasi wilayah Kabupaten Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, dan Blitar.
- Fitur Menarik: Pegunungan Kapur Selatan lebih dikenal sebagai pegunungan karst dengan banyak gua, sungai bawah tanah, dan pantai-pantai indah. Salah satu tempat yang terkenal adalah Gua Gong di Pacitan.
7. Pegunungan Kendeng
- Gunung Tertinggi: Gunung Liman
- Ketinggian: 2.563 meter mdpl
- Lokasi: Pegunungan Kendeng membentang dari Jawa Tengah ke bagian utara Jawa Timur, meliputi Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan.
- Fitur Menarik: Pegunungan ini lebih rendah dibandingkan pegunungan lain di Jawa Timur, dan merupakan daerah yang kaya akan sumber daya batu kapur.
8. Pegunungan Baluran
- Gunung Tertinggi: Gunung Baluran
- Ketinggian: 1.247 meter mdpl
- Lokasi: Pegunungan ini terletak di ujung timur laut Jawa Timur, di Kabupaten Situbondo.
- Fitur Menarik: Pegunungan Baluran berada di kawasan Taman Nasional Baluran, yang dikenal sebagai "Little Africa" di Jawa karena lanskapnya yang mirip dengan savana Afrika.
Kesimpulan
Jawa Timur dikelilingi oleh berbagai pegunungan yang memiliki keunikan dan keindahan tersendiri. Ketinggian pegunungan ini bervariasi, mulai dari yang tertinggi seperti Gunung Semeru dengan 3.676 meter mdpl hingga pegunungan yang lebih rendah seperti Pegunungan Kapur Selatan. Masing-masing pegunungan ini menawarkan pemandangan alam yang luar biasa, keanekaragaman hayati, serta memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting bagi masyarakat setempat.