Tangkapan layar video Kades Sugihwaras Kecamatan Kalitengah Lamongan yang viral di Medsos.
Jawa Timur - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bakal memanggil Kepala Desa (Kades) Sugihwaras, Kecamatan Kalitengah. Pemanggilan ini merupakan buntut dari video kades yang tersebar dan viral di media sosial.
Tampak di video yang berdurasi 1 menit 13 detik tersebut, si Kades menggelar karaoke yang didampingi oleh dua biduan, dengan suguhan beberapa botol minuman beralkohol dan rokok, di salah satu kafe.
Tak cukup itu, di video itu juga memperlihatkan Kades yang sedang asyik menciumi wanita pemandu lagu di sebuah kafe.
Belakangan diketahui, Kades Sugihwaras ini bernama Siaji. Sontak atas viralnya video tak senonoh ini Kades mendapat kecaman dan hujatan dari netizen.
“Ya, nanti kita akan cek kembali, oleh karena itu akan kita panggil. Itu motifnya apa, bagaimana kejadiannya, mungkin ada penjelasan versi lain dari Pak Kades,” ujar Bupati Yuhronur saat diwawancarai, Selasa (2/8).
Bupati Yuhronur menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti video viral tersebut. “Kalau itu benar terjadi dan ada hajat yang tidak baik ya pasti kita tindaklanjuti. Namun saat ini kan masih asas praduga tak bersalah,” imbuhnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan pemberian sanksi, Yuhronur menjawab, itu tergantung sampai di mana tingkat kesalahannya.
“Ya kalau memang terbukti salah ya harus disanksi, untuk menjaga kepercayaan publik kepada aparatur Pemerintahan Desa hingga Pemerintah Kabupaten,” tandasnya. dilansir beritajatim
Secara terpisah, Kades Sugihwaras saat dikonfirmasi mengakui bahwa di video yang beredar itu memang dirinya. Atas apa yang ia lakukan, ia lantas meminta maaf ke perangkat desa dan masyarakat setempat.
Meski begitu, Siaji berkata bahwa pihaknya merasa tertipu dan merasa malu. Menurutnya, apa yang dilakukannya di video itu bukan serta merta inisiatifnya.
“Saya tidak ikut mengkonsumsi miras. Sebab punya penyakit liver. Hanya satu gelas untuk penghormatan warga. Tapi, saya minta yang putih saja, Intinya saya malu. Saya bukan orang baik, tapi jangan keterlaluan. Apalagi diketahui pak kiai-kiai. Saya ditipu, katanya mau ke Surabaya ternyata ke situ,” akunya.
Siaji juga menyebut, saat di kafe ini ia tak sendirian, melainkan bersama Bakir dan Joko yang merekam video. “Sekali lagi ngapunten. Pak Bakir juga sudah minta maaf. Sedangkan Joko yang merekam video ini saya belum ketemu sampai hari ini,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Siaji adalah Kepala Desa Sugihwaras yang baru saja menggelar seleksi Perangkat Desa pada beberapa waktu lalu. Seleksi ini menimbulkan polemik dan sempat membuat gaduh desa setempat.
Pasalnya, seleksi ini diduga telah terjadi kongkalikong antara oknum perangkat desa dengan salah satu calon terpilih. Dugaan ini muncul lantaran hasil ujian tiga calon terpilih mendapat nilai 100 atau sempurna.
Kabar lain juga menyebutkan, diduga soal ujian sudah terlebih dahulu dibocorkan kepada calon terpilih yang telah membayar mahar yang diminta dengan nominal hingga ratusan juta.