PLN Nusantara Power (PLN NP) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Melalui pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), PLN NP Unit Pembangkitan (UP) Kaltim Teluk menargetkan 60.000 ton FABA yang akan digunakan sebagai bahan campuran dalam berbagai proyek infrastruktur pembangunan IKN dan pendukungnya.
PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui salah satu unit pembangkitnya, UP Indramayu memanfaatkan dan mengubah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) menjadi barang yang memiliki nilai guna dan menjadi kunci dalam mengatasi permasalahan yang timbul di masyarakat, sekaligus dapat menjadi magnet dalam menggerakan roda untuk menaikkan perekonomian. PLN NP UP Indramayu mengolah FABA menjadi tetrapod atau pemecah ombak yang diaplikasikan di sekitar Pantai Plentong, Sukra, Indramayu, dan mengubah kawasan tersebut menjadi kawasan wisata yang ramai dikunjungi.
PLN Nusantara Power selaku subholding pembangkitan terbesar di Asia Tenggara telah berhasil mengelola sisa pembakaran batu bara Fly Ash Bottom Ash (FABA) yang diproduksi di unit pembangkit. Sepanjang tahun 2023 PLN Nusantara Power telah berhasil memanfaatkan FABA sebanyak 1,6 juta ton FABA dari total produksi sebanyak 1 juta ton, dimana 0,6 ton nya adalah sisa dari tahun sebelumnya. Dari pemanfaat FABA ini PLN NP berhasil mendirikan 4 rumah berbahan FABA yang diperuntukan untuk masyarakat prasejahtera dan kantor Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Komitmen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk menciptakan ekonomi sirkular dengan memberdayakan kesejahteraan masyarakat kian nyata. Kali ini, ITS bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN) meresmikan inovasi bangunan tahan gempa berbahan dasar Fly Ash Bottom Ash (FABA) di Desa Sumberejo, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Rabu (20/12).
Tak lagi berbahaya dan digolongkan B3. Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) limbah PLTU Paiton akan dipakai sebagai campuran material pembangunan ribuan rumah korban erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.