Mengenal Ritual Suci di Lautan Pasir, Yadnya Kasada Suku Tengger

Manda Medita.R | Jum'at, 07/11/2025 11:04 WIB

Yadnya Kasada menjadi simbol rasa syukur atas rezeki, sekaligus bentuk penghormatan pada arwah para pendahulu Ritual Yadnya Kasada Suku Tengger.

Situsjatim - Setiap tahun, lautan pasir Gunung Bromo berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga Suku Tengger berkumpul membawa hasil bumi, ternak, dan bunga.

Bagi masyarakat Tengger, Bromo bukan sekadar gunung berapi. Ia adalah tempat suci, poros dunia (axis mundi), yang menghubungkan manusia dengan Sang Hyang Widhi dan leluhur mereka.

Yadnya Kasada menjadi simbol rasa syukur atas rezeki, sekaligus bentuk penghormatan pada arwah para pendahulu.

Sebelum ritual puncak, masyarakat akan menjalani rakantawang, prosesi penyucian diri untuk membersihkan lahir dan batin. Setelah itu, mereka bersama-sama mendaki ke kawah membawa sesaji yang akan dilemparkan sebagai tanda kerendahan hati dan permohonan berkah bagi kehidupan mereka.

Baca juga :

Legenda Roro Anteng dan Joko Seger menjadi asal mula tradisi ini. Mereka dipercaya sebagai leluhur Suku Tengger, dan pengorbanan putranya, Raden Kusuma, menjadi simbol kesetiaan dan keikhlasan yang diwariskan lewat upacara Kasada.

Hingga kini, Yadnya Kasada bukan hanya ritual, tapi juga wujud nyata kekuatan budaya yang tak lekang oleh waktu. Di tengah gemuruh kawah Bromo, doa-doa warga Tengger terus menggema, menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. (Manda Medita/MAG)

TAGS : Suku Tengger Gunung Bromo Yadnya Kasada Jawa Timur

Terpopuler