Alasan Turis Asing Enggan Wisata di Jawa Timur

Syafira | Senin, 14/10/2024 05:56 WIB

Turis asing cenderung lebih menyukai destinasi dengan fasilitas yang memadai, pengalaman yang autentik, dan lingkungan yang bersih Kebakaran di savana Gunung Bromo

SITUSJATIM - Beberapa wisata di Jawa Timur mungkin kurang disukai oleh turis asing karena beberapa faktor seperti akses yang sulit, kurangnya fasilitas, atau faktor lingkungan. Dengan kondisi itu, mestinya pemerintah dan masyarakat setempat harus mulai memperbaiki dan memikirkan solusi terbaik agar wisata jadi andalan. Berikut adalah beberapa jenis wisata yang kadang kurang disukai turis asing:

  1. Wisata Gunung Bromo saat puncak keramaian
    Walaupun Gunung Bromo adalah destinasi populer, beberapa turis merasa tidak nyaman saat mengunjunginya di musim puncak atau saat ramai, karena kerumunan yang sangat padat dan pengalaman menjadi kurang pribadi. Keterbatasan fasilitas seperti toilet umum yang kurang terjaga kebersihannya juga menjadi keluhan.

  2. Pantai yang terlalu ramai atau kotor
    Beberapa pantai di Jawa Timur, seperti Pantai Kenjeran di Surabaya, mungkin kurang diminati karena kebersihan yang tidak terjaga dengan baik atau adanya terlalu banyak pedagang asongan yang dianggap mengganggu. Turis asing biasanya lebih menyukai pantai yang bersih dan tenang.

  3. Wisata yang terlalu komersial
    Destinasi yang terlalu komersial dan penuh dengan penjual cenderamata, seperti kawasan Batu yang terkenal dengan taman bermain dan kebun apel, terkadang kurang disukai turis asing yang lebih menginginkan pengalaman alam yang otentik dan tidak terlalu ramai dengan aktivitas komersial.

  4. Wisata gua dengan akses sulit
    Gua-gua di Jawa Timur, seperti Gua Gong di Pacitan, menarik bagi beberapa turis. Namun, akses yang sulit dan minimnya petunjuk bagi pengunjung asing membuat beberapa dari mereka merasa tidak nyaman.

  5. Air terjun dengan akses yang berbahaya
    Beberapa air terjun di Jawa Timur, seperti Air Terjun Madakaripura, memiliki trek yang cukup berbahaya terutama di musim hujan, membuat turis asing merasa kurang aman dan nyaman jika fasilitas keamanan tidak memadai.

  6. Kawasan wisata religi
    Wisata religi seperti makam atau candi yang terkait dengan budaya lokal, misalnya Makam Sunan Ampel, mungkin kurang diminati turis asing yang tidak terlalu memahami atau tertarik dengan sejarah atau budaya religius setempat.

Turis asing cenderung lebih menyukai destinasi dengan fasilitas yang memadai, pengalaman yang autentik, dan lingkungan yang bersih serta aman. Wisata yang tidak memenuhi kriteria ini mungkin cenderung kurang menarik bagi mereka.

TAGS : Jawa Timur Wisata Alam Turis Asing