
Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan produksi telur tertinggi di Indonesia
SITUSJATIM - Banyak kalangan sepakat bahwa Jawa Timur merupakan provinsi pangan. Di samping beras, banyak komoditas lain yang berlimpah di provinsi ini, salah satunya telur.
Data staristik menyebutkan, pada 2022, BPS mencatat Indonesia memproduksi hingga 5.566,3 ribu ton telur ayam ras. Pulau Jawa menjadi wilayah produsen telur ayam ras terbanyak, yakni setara dengan 60% produksi nasional. Hal ini disebabkan Pulau Jawa merupakan pulau dengan populasi manusia paling banyak di Indonesia.
Diantara provisi lain, seperti dikutip goodstats, Jawa Timur menjadi provinsi yang memproduksi telur ayam ras terbanyak, yakni hingga 1.314,11 ribu ton. Dari angka tersebut, sangat lah pantas bila Jawa Timur disebut sebagai surganya telur.
Menyusul Jawa Timur, Jawa Tengah tercatat memproduksi sebesar 827,71 ribu ton telur ayam ras pada 2022. Sementara itu, Jawa Barat memproduksi sebanyak 699,38 ribu ton.
Provinsi Sumatera Utara juga termasuk produsen telur ayam ras tertinggi, yaitu sebesar 584,73 ribu ton. Terdapat pula Sumatera Barat dengan total produksi sebesar 389,41 ribu ton.
Selanjutnya, terdapat Provinsi Banten yang tercatat memproduksi telur ayam ras 318,55 ribu ton tahun lalu dan disusul Sumatera Selatan dengan total produksi 229,67 ribu ton.
Selain itu, terdapat pula Provinsi Lampung dengan 213,21 ribu ton, Sulawesi Selatan 188,25 ribu ton, dan Bali dengan 176,86 ribu ton telur ayam ras.
Sentra Produksi
Sentra populasi dan produksi ayam petelur di Jawa Timur terletak di Kabupaten Blitar, dengan kontribusi terhadap populasi dan produksi masing-masing sebesar 37,90% dan 33,14%. Jumlah peternak rakyat di Blitar sekitar 7.372 peternak dan peternak skala perusahaan mencapai 436. Total populasi ayam ras petelur di Blitar mencapai 22 juta ekor dengan produksi telur sebanyak 1.150-1.200 ton per hari.
Jika dihitung dengan harga rata-rata telur di tingkat peternak Rp20.000/kg maka omzet peternak ayam petelur Blitar mencapai Rp23-24 miliar per hari.
Dikutip dari agropustaka, terdapat faktor internal dan eksternal yang mendorong kemajuan peternakan ayam petelur di Kabupaten Blitar. Yakni:
1. Ketersediaan jagung yang melimpah, baik dari Blitar maupun daerah sekitarnya seperti Kediri, Malang, dan Tulungagung yang menopang lebih dari 50% kebutuhan jagung yang dibutuhkan oleh peternak ayam. Secara keseluruhan Jawa Timur merupakan penghasil jagung terbanyak di Indonesia, yaitu sebanyak 5,73 juta ton (21,5%) dari total produksi jagung nasional.
Penggunaan jagung dalam pakan unggas berbasis jagung mencapai 50-60%. Peternak ayam petelur Kabupaten Blitar membutuhkan sekitar 1.210 ton jagung sehari. Tingginya kandungan karbohidrat dalam jagung yang mencapai 75,48% menjadikan jagung sebagai bahan pakan king of energy (sumber energi utama) dalam formulasi pakan ayam ras. Selain itu, jagung mengandung karotenoid tinggi yang menghasilkan warna cerah pada kuning telur, daging, kulit dan kaki ayam yang disukai konsumen Indonesia.
2. Kemampuan peternak mencampur pakan sendiri (self mixing) dengan membeli konsentrat dari pabrik yang dicampur jagung dan bekatul. Dalam struktur biaya produksi, pakan merupakan komponen terbesar, yakni 70-80%. Peternak ayam Blitar membutuhkan sekitar 2.420 ton pakan sehari. Harga pakan pabrikan berkisar Rp7.000-8.000 per kg. Selisih harga pakan hasil mixing sendiri dengan pakan pabrik bisa Rp150-300 per kg.
Peternak dengan populasi 100 ribu ekor menggunakan mesin pencampur (mixer) dengan modal sekitar Rp 2 miliar, yang dalam satu setengah tahun bisa menghemat Rp550 juta. Peternak dengan populasi di bawah 5 ribu ekor, pencampuran pakan dilakukan secara manual dengan menggunakan skop. Keahlian mencampur pakan ini menyebabkan harga pakan lebih murah, sehingga harga telur mampu bersaing dengan harga telur dari daerah lain.
3. Peternakan ayam petelur sebagai usaha pokok atau sumber penghasilan utama (87-91%) keluarga peternak. Peternakan ayam petelur merupakan usaha padat modal yang harus dikelola secara profesional. Besaran investasi setiap 1,000 ekor ayam petelur mencapai Rp 150 juta dengan keuntungan sekitar Rp3 juta per bulan.
Bagi peternak di Blitar, usaha peternakan ayam petelur dipandang lebih menguntungkan dibanding usaha peternakan lain, seperti kambing, sapi potong, sapi perah dan ikan koi. Kambing dan sapi potong hanya menguntungkan ketika hari raya Idul Kurban, sapi perah hanya menguntungkan KUD dan pabrik susu, sedangkan ikan koi hanya dibeli orang-orang kaya pada saat tertentu sebagai hiburan.
TAGS : telur Kabupaten Blitar Jawa Timur